Menu

Dark Mode
Pangan Aman Jelang Lebaran 2026, Langkah Tanggap Pemerintah Hadapi Kenaikan Permintaan Kolaborasi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace, Jalur Diplomasi Tetap Efektif BoP Masih Menjadi Ruang Diplomasi Indonesia untuk Palestina

Berita

Investasi Danantara Suntik Rp 81,5 Triliun untuk 8 Sektor Prioritas

badge-check


					Investasi Danantara Suntik Rp 81,5 Triliun untuk 8 Sektor Prioritas Perbesar

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,54 triliun (asumsi kurs Rp16.309 per dolar AS) untuk tahun 2025. Target ambisius ini akan direalisasikan dalam kurun waktu enam hingga sembilan bulan ke depan.

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar seluruh aktivitas investasi yang dilakukan Danantara berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Beberapa proyek strategis Danantara telah melalui proses uji kelayakan (due diligence) secara menyeluruh dan saat ini berada pada tahap akhir sebelum direalisasikan.

“Buat kami yang paling penting, juga prosesnya ini kami sudah lakukan secara benar, secara komprehensif dan sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Danantara Indonesia, Arief Budiman, menyampaikan bahwa alokasi dana tersebut akan difokuskan ke delapan sektor prioritas yang dinilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kita melihat untuk tahun 2025 diharapkan kita bisa melakukan investasi sekitar 5 miliar dolar AS, dalam 6- 9 bulan yang tersisa,” ujarnya.

Arief mengungkapkan, dana investasi tersebut akan diarahkan ke delapan sektor prioritas, yaitu mineral (termasuk proses hilirisasi), energi terbarukan, infrastruktur digital, layanan kesehatan, jasa keuangan, utilitas infrastruktur, kawasan industri, serta sektor pangan sebagai bagian dari bidang pangan dan pertanian.

Pemilihan sektor-sektor tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, seperti dampaknya terhadap perekonomian nasional, potensi tingkat pengembalian (return), serta prospek peluang yang dimiliki.

+“Financial services bukan untuk berinvestasi di bank atau di industri keuangan, tapi bagaimana kita mengembangkan instrumen-instrumen untuk bisa memperdalam pasar keuangan,” kata Arief.

Arief juga memperkirakan bahwa Danantara Indonesia akan menerima dividen sekitar Rp120 triliun dari perusahaan-perusahaan BUMN pada tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong nilai tambah melalui penanaman modal di sektor-sektor strategis nasional.

“Ekspektasinya adalah, dari kontribusi kita di tahun ini kurang lebih dividen yang dikontribusikan adalah Rp120 triliun, bagaimana kita bisa meningkatkan nilai kontribusi dividen ini yang akan dikelola dan di re-investasikan kembali oleh Danantara,” ungkap Arief.

Selain mengelola dividen, Arief menjelaskan bahwa Danantara Indonesia juga memiliki peran dalam menarik investasi bersama (co-investment), baik dalam bentuk dana maupun keahlian dan daya saing yang saat ini belum dimiliki Indonesia, namun sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Dalam proses itu, ada inovasi, ada investasi di teknologi, ada human capital, dan diharapkan dalam lakukan ini kita menjadi penggerak yang lebih aktif untuk pembangunan dan juga untuk kemakmuran Indonesia bersama,” imbuh Arief.

Di sisi lain, Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan Danantara akan mengedepankan aspek komersialisasi dan pengembalian investasi dalam setiap proyek yang mendapatkan investasinya.

“Paling penting bagi Danantara adalah tingkat pengembalian investasi dan komersialitas sebuah kegiatan,” tutur Pandu.

Kebijakan investasi strategis Danantara mencerminkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengarahkan dana publik untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan prinsip tata kelola yang kuat, Danantara diharapkan mampu menjadi lokomotif investasi nasional sekaligus mitra terpercaya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

11 March 2026 - 12:43

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

11 March 2026 - 12:43

Pemerintah Serius Awasi MBG dari Pusat hingga Akar Rumput

11 March 2026 - 12:43

⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

11 March 2026 - 12:43

Danantara Bidik Hunian MBR, Percepatan Program 3 Juta Rumah Makin Nyata

11 March 2026 - 12:43

Trending on Berita