Menu

Dark Mode
PFII: Instrumen Kedaulatan Ekonomi Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia PFII Jadi Wajah Baru Pusat Keuangan Indonesia Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

Berita

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

badge-check


					Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia Perbesar

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan menandatangani Piagam Board of Peace (BoP) di Davos, Swiss.

Langkah strategis tersebut menandai era baru peran aktif Indonesia dalam mewujudkan stabilitas global, terutama dalam mengupayakan kemerdekaan Palestina melalui jalur formal internasional.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil komunikasi mendalam dengan para pemimpin dunia.

Beliau menyebut Presiden Prabowo memilih strategi struggle from within untuk memperjuangkan keadilan dari dalam sistem.

“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” ujar Muhadjir di Istana Kepresidenan, Kamis (05/03/2026).

Muhadjir menambahkan bahwa komitmen terhadap solusi dua negara tetap menjadi kompas utama.

“Tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina, berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang jadi pegangan kita,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, menekankan bahwa pemerintah mengedepankan dialog daripada konfrontasi fisik.

Sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, ia meyakini efektivitas diplomasi dalam meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

“Pemerintah tidak anti kritik, kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian, bukan dengan jalan peperangan,” ucap Nusron dengan optimis.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, melihat keanggotaan Indonesia di BoP sebagai instrumen vital untuk meredam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ia menilai posisi Indonesia sangat tawar dalam menekan kekuatan besar agar menghentikan kekerasan.

“Semua itu nantinya akan bisa menjadi instrumen untuk menjadikan BoP ini justru wahana mendorong terjadinya deeskalasi dan perdamaian dari perang yang sekarang sedang terjadi terkait dengan Iran,” jelas Yahya.

Partisipasi Indonesia dalam BoP mencakup kesiapan mengirimkan 8.000 pasukan perdamaian serta peran sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

Mandat tersebut memperkuat fokus pada rekonstruksi Gaza dan penghentian kekerasan secara permanen.

Keterlibatan itu menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo mampu membawa suara kemanusiaan ke meja perundingan tertinggi dunia demi mewujudkan tatanan global yang lebih adil dan damai. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang

22 August 2026 - 00:14

Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Perkuat Satgas Karhutla untuk Lindungi Layanan Dasar Masyarakat

22 August 2026 - 00:14

Trending on Berita