Menu

Dark Mode
Program MBG Berhasil Serap Hasil Produksi Petani Lokal MBG Serap Hasil Pertanian hingga Perkuat Ekonomi Desa  Program MBG dan Efek Berganda bagi Sektor Pertanian MBG sebagai Penggerak Ekosistem Pertanian Nasional Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Biru lewat Penguatan Kampung Nelayan Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Bagian Strategi Ekonomi Biru Prabowo

Berita

Indonesia Perkuat Peran Strategis di KTT ASEAN Filipina 2026

badge-check


					Indonesia Perkuat Peran Strategis di KTT ASEAN Filipina 2026 Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan dalam menghadapi tekanan global dan ketidakstabilan geopolitik dunia saat menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam forum KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN. Menurut Presiden, tantangan global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih erat, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat kawasan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan dan kepemimpinannya dalam forum tersebut. Ia menilai momentum KTT BIMP-EAGA sangat strategis di tengah meningkatnya tekanan global, khususnya pada sektor energi dan pangan.

“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan BIMP-EAGA harus berkembang menjadi organisasi subkawasan yang lebih responsif terhadap perubahan dunia dan kebutuhan masyarakat. “BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti isu ketahanan energi yang dinilai semakin mendesak akibat tekanan global dan situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” tegasnya.

Presiden menyebut kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, hingga angin.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.

Di sela rangkaian The 27th Meeting of the ASEAN Economic Community Council, Indonesia juga memperkuat posisi strategisnya melalui kerja sama industri nikel dengan Filipina.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Perdagangan dan Industri Filipina, Maria Cristina A. Roque, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara APNI dan PNIA terkait pengembangan industri nikel strategis.

Airlangga menyebut kerja sama tersebut menjadi fondasi “Indonesia-Philippines Nickel Corridor” yang menghubungkan kekuatan hilirisasi Indonesia dengan pasokan bijih nikel Filipina.

“Ini akan menjadi poros cadangan dan produksi nikel yang tak terpisahkan bagi dunia,” ujar Airlangga.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Program MBG Berhasil Serap Hasil Produksi Petani Lokal

13 May 2026 - 10:41

MBG Serap Hasil Pertanian hingga Perkuat Ekonomi Desa

13 May 2026 - 10:41

Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Biru lewat Penguatan Kampung Nelayan

13 May 2026 - 10:41

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Bagian Strategi Ekonomi Biru Prabowo

13 May 2026 - 10:41

Kesehatan Berkualitas Diperluas lewat Aktifnya Program CKG di Segala Usia

13 May 2026 - 10:41

Trending on Berita