Menu

Dark Mode
Rasio Utang Aman dan Ekonomi yang Tetap Terkelola dengan Baik Rasio Utang Aman, Ruang Fiskal Tetap Terjaga Rasio Utang Indonesia Dinilai Tetap Sehat Berkat Kehati-hatian Fiskal Rasio Utang Indonesia Tetap Aman dan Terkendali Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat Bansos Pangan dan Kehadiran Negara bagi Kelompok Rentan

Opini

Indonesia Menuju Terang, Seruan Gelap Tak Punya Dasar

badge-check


					Indonesia Menuju Terang, Seruan Gelap Tak Punya Dasar Perbesar

Jakarta – Di tengah munculnya narasi pesimistis mengenai masa depan Indonesia, pemerintah dan sejumlah pakar ekonomi justru menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional tetap berada dalam jalur yang positif dan berkelanjutan. Seruan “Indonesia Gelap” yang beredar belakangan ini dinilai tidak berdasar dan tidak mencerminkan fakta lapangan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan optimisme kuat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025.

“Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,2 persen. Ini bukan harapan kosong, tetapi berdasarkan tren dan indikator yang positif,” ujar Susiwijono.

Ia menegaskan bahwa dalam delapan kuartal terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di kisaran 5 persen. Menurutnya, indikator-indikator tersebut menunjukkan fondasi ekonomi yang kuat dan resilien

“Bahkan dalam tekanan global yang cukup kuat, Indonesia mampu menjaga inflasi tetap rendah, cadangan devisa meningkat, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada dalam zona ekspansif selama 28 bulan berturut-turut,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Ia menyebut, ketahanan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari kekuatan sektor ekspor nonmigas, khususnya kelapa sawit dan kendaraan bermotor.

“Dalam situasi global yang fluktuatif, Indonesia tetap mampu tumbuh. Proyeksi kami untuk 2025 adalah pertumbuhan di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen,” kata Perry.

Perry juga menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat sektor riil. Menurutnya, Indonesia memiliki semua instrumen yang dibutuhkan untuk terus melaju di jalur pertumbuhan yang sehat.

Dari kalangan akademisi, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyampaikan bahwa narasi “Indonesia Gelap” tidak mencerminkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Kalau kita lihat faktanya, kehidupan ekonomi tetap berjalan stabil. Inflasi nasional bahkan termasuk yang terendah di dunia saat ini. Ini menandakan daya beli terjaga dan pengelolaan ekonomi yang kredibel,” ujarnya.

Wijayanto juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di atas rata-rata global merupakan bukti bahwa fundamental ekonomi nasional sangat kokoh.

“Narasi pesimis tidak akan mengubah fakta bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju kemajuan,” tambahnya.

Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak berdasar. Seruan “Indonesia Gelap” bukan hanya tidak sesuai fakta, tetapi juga berpotensi merusak optimisme kolektif yang tengah tumbuh. Sebaliknya, masyarakat perlu bersatu dan terus mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

Indonesia hari ini sedang bergerak menuju terang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, serta sektor ekspor yang terus berkembang, bangsa ini berada di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih baik. Saatnya kita bersatu menjaga optimisme dan menolak narasi gelap yang menyesatkan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rasio Utang Aman dan Ekonomi yang Tetap Terkelola dengan Baik

29 May 2026 - 10:08

Rasio Utang Aman, Ruang Fiskal Tetap Terjaga

29 May 2026 - 10:08

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

29 May 2026 - 10:07

Bansos Pangan dan Kehadiran Negara bagi Kelompok Rentan

29 May 2026 - 10:07

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pasca bencana Sumatra

29 May 2026 - 10:07

Trending on Opini