Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Indonesia Garda Depan Dunia Islam: Konferensi PUIC Jadi Panggung Kepemimpinan Global

badge-check


					Indonesia Garda Depan Dunia Islam: Konferensi PUIC Jadi Panggung Kepemimpinan Global Perbesar

Jakarta – Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang berlangsung di Jakarta menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk menegaskan peran sentralnya dalam memimpin solidaritas dan kerja sama antarnegara Muslim.

Dalam pandangan Prof. Dr. Teuku Rezasyah, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), konferensi ini bukan sekadar seremoni diplomatik, tetapi merupakan momen penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia.

“UIC hadir di tengah dinamika geopolitik global yang sedang bergejolak—mulai dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik berkepanjangan di Timur Tengah, hingga krisis di Eropa Timur,” unkapnya.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia, sebagai negara Muslim moderat dengan rekam jejak diplomatik yang baik, memiliki kapasitas unik sebagai jembatan dan pemersatu negara-negara anggota OKI.

“Konferensi ini merupakan kesempatan strategis bagi Indonesia untuk memperkuat solidaritas antarnegara Muslim dan memimpin dalam kerja sama internasional,” ujar Prof. Rezasyah dalam kesempatan dialog bersama salah satu stasiun Radio di Jakarta.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Indonesia telah membuktikan diri sebagai negara yang aktif di berbagai forum global, seperti G20, BRICS, dan OKI. Hal ini mencerminkan potensi besar Indonesia dalam menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang di berbagai sektor strategis, khususnya di dunia Islam.

“Konferensi ini tidak hanya menghasilkan pernyataan politik, tetapi juga mampu melahirkan tindak lanjut konkret. Kerja sama ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, dan kolaborasi teknologi harus menjadi fokus utama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya membentuk koalisi strategis dengan negara-negara kaya OKI seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Iran untuk mempercepat investasi dan inovasi teknologi.

Ia juga menyoroti peran vital parlemen dalam diplomasi multilateral, terutama dalam menjaga konsistensi nilai moral dan merespons isu-isu kemanusiaan, seperti konflik Palestina.

“Parlemen harus menjadi pengimbang terhadap kebijakan eksekutif yang sering kali lebih pragmatis,” tambahnya.

Selain itu, konferensi ini diharapkan mendorong sinergi antarnegara OKI dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Kerja sama konkret seperti ekspor, investasi bersama, serta pertukaran wisatawan dengan negara-negara seperti Aljazair, Mesir, Iran, Yordania, Kuwait, dan Libya perlu diperluas guna mempererat hubungan antarbangsa.

Dengan spirit kolaborasi dan visi ke depan, Indonesia diharapkan dapat menjadi garda depan dalam membentuk tatanan dunia Islam yang lebih kuat, mandiri, dan bersatu melalui platform seperti PUIC ini.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita