Menu

Dark Mode
Blok Masela Bersiap Masuki Tahap Pembangunan Demi Mendukung Swasembada Energi Blok Masela Menjadi Pilar Penting Strategi Ketahanan Energi Indonesia Blok Masela Siap Dibangun, Momentum Baru Menuju Ketahanan Energi Berkelanjutan Groundbreaking Blok Masela Perkuat Pasokan Gas Domestik di Masa Depan Mengedepankan Jalur Konstitusional untuk Menjaga Marwah Demokrasi Indonesia Tolak Provokasi dalam Unjuk Rasa demi Memperkuat Demokrasi yang Beradab

Berita

Gelar Farewell Dinner PUIC -19, Indonesia Ajak Parlemen OKI Bawa Perdamaian Bagi Dunia

badge-check


					Gelar Farewell Dinner PUIC -19, Indonesia Ajak Parlemen OKI Bawa Perdamaian Bagi Dunia Perbesar

Jakarta — Balai Kota Jakarta malam ini menjadi saksi hangatnya kebersamaan para delegasi Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) dalam acara Farewell Dinner yang menandai penutupan perhelatan internasional ini. Acara dimulai dengan suguhan Tari Pesona Jakarta yang memikat, sebelum para tamu disambut dengan pidato penuh semangat dan harapan.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan pesan menyentuh tentang persatuan umat dan pentingnya langkah konkret pasca-konferensi.

“Saat malam ini tiba di penghujungnya, mari kita tidak mengucapkan selamat tinggal — tetapi sampai jumpa kembali suatu hari nanti,” ujar Mardani di hadapan para delegasi.

Lebih dari sekadar forum diplomatik, Mardani menegaskan bahwa konferensi ini telah membentuk ikatan emosional yang kuat antarnegara.

“Kita datang sebagai delegasi dari berbagai negara, namun kita pulang sebagai satu keluarga, terikat oleh nilai-nilai bersama, harapan bersama, dan masa depan yang kita bagi bersama,” tambahnya.

Ia juga menyerukan persatuan dunia Islam dalam menghadapi krisis global, termasuk konflik di Gaza dan penderitaan etnis Rohingya.

“Biarlah dunia tahu bahwa umat Islam tidak terpecah dan tidak tertidur. Kita bersatu dalam kasih sayang dan tekad untuk menjadi kekuatan bagi keadilan dan perdamaian,” tegas Mardani.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya menyoroti urgensi solidaritas antarnegara Islam.

“Banyak permasalahan dunia Islam yang perlu diatensi. Palestina harus menjadi fokus utama kita. Jadikan pertemuan ini sebagai langkah negara Islam bersatu,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Sufi Dance yang memukau, diiringi jamuan makan malam sebagai penutup resmi konferensi.

Farewell dinner ini tak hanya mengakhiri agenda konferensi, tetapi juga menandai lahirnya komitmen baru antarnegara Islam untuk melangkah bersama membangun masa depan yang adil dan damai.**

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Blok Masela Siap Dibangun, Momentum Baru Menuju Ketahanan Energi Berkelanjutan

16 July 2026 - 09:19

Groundbreaking Blok Masela Perkuat Pasokan Gas Domestik di Masa Depan

16 July 2026 - 09:19

Demo Mahasiswa Harus Jadi Ruang Aspirasi Konstitusional, Damai, dan Bermartabat

16 July 2026 - 09:19

Pemerintah Tegaskan Satelit Domestik Jadi Pilar Resiliensi Media dan Ketahanan Informasi

16 July 2026 - 09:19

Penguatan Infrastruktur Satelit Dukung Resiliensi Media Nasional

16 July 2026 - 09:19

Trending on Berita