Menu

Dark Mode
Persatuan Papua Kunci Percepatan Pembangunan di Tanah Cenderawasih Koperasi Desa Merah Putih di Papua Strategi Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Langkah Nyata Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Layanan Kesehatan Merata di Papua Pembangunan Jalan dan Listrik Percepat Transformasi Papua yang Maju dan Sejahtera Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan

Berita

Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian

badge-check


					Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian Perbesar

Jakarta, – Pemerintah menghadirkan langkah strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 sebagai respons terhadap meningkatnya tingkat adiksi digital pada anak dan remaja. Regulasi ini dinilai sebagai kebijakan progresif yang menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.

Pakar pendidikan, Najelaa Shihab, menyebut kehadiran PP TUNAS sebagai terobosan penting dalam merespons krisis global terkait dampak teknologi digital terhadap generasi muda. Menurutnya, penyusunan regulasi ini bukan hal mudah, terutama karena harus berhadapan dengan berbagai kepentingan, termasuk industri teknologi.

“Ini adalah capaian besar. Untuk pertama kalinya, kepentingan anak benar-benar menjadi dasar utama dalam regulasi digital,” ujarnya.

Najelaa menjelaskan bahwa dampak penggunaan teknologi digital, khususnya media sosial, kini telah menjadi isu global yang sejajar dengan krisis kemanusiaan dan lingkungan. Berbagai kajian internasional menunjukkan bahwa penggunaan digital yang tidak terkendali berdampak signifikan terhadap perilaku serta kesehatan mental anak.

Namun demikian, ia menilai bahwa dibandingkan isu global lainnya, persoalan digital justru memiliki solusi yang lebih konkret melalui kebijakan yang tepat. “Isu digital ini bisa kita atasi dengan langkah nyata, salah satunya melalui perlindungan anak,” jelasnya.

Salah satu keunggulan utama PP TUNAS adalah kejelasan dalam mendefinisikan risiko digital secara komprehensif. Regulasi ini tidak hanya mencakup konten berbahaya atau penyalahgunaan data, tetapi juga secara tegas memasukkan adiksi digital sebagai risiko utama yang harus dikendalikan.

Menurut Najelaa, pengakuan terhadap adiksi sebagai risiko merupakan langkah maju yang jarang dilakukan oleh negara lain. “Adiksi ini kunci. Bukti ilmiah menunjukkan dampaknya setara dengan kecanduan lain seperti rokok atau alkohol, tetapi sering diabaikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dampak krisis digital tidak dirasakan secara merata. Anak-anak dari kelompok rentan, terutama di wilayah terpencil dan keluarga kurang mampu, justru menjadi pihak yang paling terdampak. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam memastikan perlindungan anak berjalan efektif.

Dalam konteks pendidikan, Najelaa menegaskan bahwa literasi digital harus dibangun di atas fondasi kemampuan dasar seperti membaca, berpikir kritis, dan interaksi sosial. Pendekatan ini dinilai penting agar anak tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat.

“Justru kreativitas dan kemampuan berpikir tumbuh dari pengalaman nyata. Setelah itu kuat, baru literasi digital bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Keberhasilan implementasi PP TUNAS, lanjutnya, sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti, regulasi ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengendalikan adiksi digital sekaligus melindungi masa depan generasi muda Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan

30 June 2026 - 02:26

Tokoh Adat Papua Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Mewaspadai Provokasi

30 June 2026 - 02:26

Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan

30 June 2026 - 02:26

Sinergi Aparat dan Masyarakat Adat Perkuat Stabilitas demi Percepatan Pembangunan Papua

30 June 2026 - 02:26

Peresmian Jalan Daerah Papua Perkuat Konektivitas dan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

30 June 2026 - 02:26

Trending on Berita