Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Ekonomi Biru Diperkuat lewat Pendidikan Vokasi, Riset Terapan, dan Pemberdayaan Pesisir

badge-check


					Ekonomi Biru Diperkuat lewat Pendidikan Vokasi, Riset Terapan, dan Pemberdayaan Pesisir Perbesar

Jakarta – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI Hendry Munief menegaskan bahwa konsep ekonomi biru perlu menjadi fondasi penting dalam pembangunan wilayah kepulauan Indonesia.

Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis kelautan harus didukung melalui kebijakan yang terintegrasi, termasuk pendidikan vokasi, riset terapan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir agar potensi maritim nasional dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Konsep pendanaan affirmative spending penting dalam RUU ini, di mana pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan alokasi dana khusus yang dirancang untuk memberikan keberpihakan atau perlakuan istimewa kepada kelompok, sektor atau wilayah yang tertinggal, kurang terwakili atau paling membutuhkan,” kata Hendry.

Ia menilai penguatan ekonomi biru perlu menjadi salah satu substansi utama dalam RUU tersebut karena daerah kepulauan memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Potensi daerah kepulauan sangat tinggi. Sementara selama ini tidak tergarap secara maksimal. Maka dengan adanya RUU ini dapat mengakomodir konsep ekonomi biru ini,” ujarnya.

Selain dukungan regulasi, Hendry menilai pembangunan sektor kelautan juga memerlukan penguatan pendidikan vokasi dan riset terapan agar lahir inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan, akuakultur, logistik maritim, hingga industri pengolahan hasil laut.

Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan keterampilan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Steering Committee Kongres II Garda Pemuda NasDem, Cindy Monica Salsabila, yang menilai generasi muda perlu mulai melihat laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masa depan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar sehingga perlu didukung oleh peningkatan literasi, inovasi teknologi, dan partisipasi aktif anak muda.

“Ini adalah momentum menyadarkan anak-anak muda, bahwa kita harus menyadari ekonomi ini tidak melulu datangnya dari daratan, dari hal-hal yang kita lihat sehari-hari, tetapi laut kita Indonesia yang memiliki dua per tiga perairan itu memiliki potensi yang luar biasa besar,” ujar Cindy.

Cindy juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi biru harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Apabila kita ingin mengoptimalisasikan blue ekonomi ini, maka kelestarian laut itu harus betul-betul kita jaga juga,” tambahnya.

Melalui sinergi antara penguatan regulasi, pendidikan vokasi, riset terapan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir, ekonomi biru diharapkan mampu menjadi salah satu motor baru pertumbuhan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita