Menu ✖

Dark Mode
Pemerintah Perkuat Penyaluran Bansos Beras bagi Keluarga Membutuhkan Pemerintah Kawal Penyaluran Bansos Beras hingga Penerima Manfaat Musim Hujan Lebih Singkat, Semua Pihak Perlu Antisipasi Risiko Bencana Hidrometeorologi Bencana Hidrometeorologi Diwaspadai, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Kontribusi Investasi Hilirisasi Meningkat, Pemerintah Fokus pada Kualitas

Berita

Diplomasi Presiden Prabowo Hasilkan Terobosan Kemitraan Strategis dengan Uni Eropa

badge-check


					Diplomasi Presiden Prabowo Hasilkan Terobosan Kemitraan Strategis dengan Uni Eropa Perbesar

Brussel, Uni Eropa dan Republik Indonesia secara resmi telah menyepakati pembentukan kemitraan strategis yang komprehensif. Kesepakatan ini diumumkan dalam pernyataan pers bersama antara Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilangsungkan di Gedung Berlaymont, Kantor Pusat Uni Eropa, Brussel, Belgia.

Kemitraan strategis tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni peningkatan perdagangan melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), penguatan kerja sama di bidang geopolitik dan keamanan, serta peningkatan konektivitas antar masyarakat.

Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa Perjanjian CEPA merupakan pencapaian besar yang berhasil difinalisasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, setelah proses negosiasi selama lebih dari satu dekade. Ia menegaskan bahwa perjanjian ini mencerminkan pentingnya hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan nilai-nilai bersama antara Uni Eropa dan Indonesia.

“CEPA akan membuka akses pasar baru dan menciptakan peluang yang luas di berbagai sektor strategis seperti industri, pertanian, otomotif, serta jasa. Kita berkomitmen terhadap kemitraan yang dapat diprediksi dan saling menguntungkan,” kata Presiden Von der Leyen.

Dalam aspek geopolitik dan keamanan, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis penuh. Kesepakatan ini menjadi pelengkap penting terhadap kerja sama yang telah terjalin antara Uni Eropa dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Kerja sama ini akan memperkuat stabilitas kawasan dan mencerminkan komitmen jangka panjang dalam menjaga tatanan internasional berbasis aturan. Intinya, kami sedang membangun jembatan yang kokoh antara masyarakat kita,” tegasnya.

Sementara dalam upaya meningkatkan konektivitas antar masyarakat, Uni Eropa mengumumkan peluncuran sistem visa cascade yang dirancang untuk mempermudah mobilitas warga negara Indonesia. Melalui kebijakan ini, WNI yang telah memiliki riwayat kunjungan ke wilayah Uni Eropa akan berhak memperoleh visa Schengen multi-entri, yang akan memudahkan kegiatan kunjungan, investasi, studi, dan hubungan sosial-budaya.

Kesepakatan strategis ini menjadi tonggak bersejarah dalam hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menunjukkan peran sentral dalam membangun arsitektur kerja sama internasional yang modern, setara, dan saling menguntungkan. Kedua pihak optimistis bahwa kemitraan ini akan membawa manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas geopolitik, dan kemajuan masyarakat di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Penyaluran Bansos Beras bagi Keluarga Membutuhkan

26 October 2026 - 01:24

Pemerintah Kawal Penyaluran Bansos Beras hingga Penerima Manfaat

26 October 2026 - 01:24

Musim Hujan Lebih Singkat, Semua Pihak Perlu Antisipasi Risiko Bencana Hidrometeorologi

26 October 2026 - 01:24

Bencana Hidrometeorologi Diwaspadai, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

26 October 2026 - 01:24

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

26 October 2026 - 01:24

Trending on Berita