Menu

Dark Mode
Blok Masela Bersiap Masuki Tahap Pembangunan Demi Mendukung Swasembada Energi Blok Masela Menjadi Pilar Penting Strategi Ketahanan Energi Indonesia Blok Masela Siap Dibangun, Momentum Baru Menuju Ketahanan Energi Berkelanjutan Groundbreaking Blok Masela Perkuat Pasokan Gas Domestik di Masa Depan Mengedepankan Jalur Konstitusional untuk Menjaga Marwah Demokrasi Indonesia Tolak Provokasi dalam Unjuk Rasa demi Memperkuat Demokrasi yang Beradab

Berita

Blok Masela Siap Dibangun, Momentum Baru Menuju Ketahanan Energi Berkelanjutan

badge-check


					Blok Masela Siap Dibangun, Momentum Baru Menuju Ketahanan Energi Berkelanjutan Perbesar

Jakarta – Pembangunan Lapangan Abadi Masela atau Blok Masela memasuki babak baru. Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional tersebut. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan sektor gas bumi.

Prasetyo mengatakan persiapan groundbreaking telah rampung. Menurutnya, dimulainya pembangunan Blok Masela menjadi pencapaian besar setelah proyek tersebut bertahun-tahun mengalami penundaan.

“Setelah bertahun-tahun mangkrak, alhamdulillah sekarang bisa beroperasi, meskipun baru groundbreaking. Akan tetapi, itu kan sebuah prestasi bersama-sama semua, tidak terlepas dari doa seluruh masyarakat semua,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan seluruh proses pembebasan lahan telah selesai sehingga proyek siap memasuki tahap konstruksi.

“Sudah selesai, sudah selesai pembebasan lahannya. Tunggu ya info groundbreaking-nya,” ujar Laode.

Ia menambahkan, Blok Masela ditargetkan mulai berproduksi pada 2029.
Sebagai bagian dari pengembangan proyek, Inpex Masela Ltd. telah menandatangani perjanjian pengembangan dan kontrak komersial dengan PT PLN (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Kerja sama tersebut memperkuat pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan energi dan industri nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan kapasitas produksi gas Blok Masela mencapai sekitar 1.200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari jumlah itu, sekitar 1.000 MMSCFD telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

“Masela itu kan sekitar total 1.200-an, masih ada spare 250 yang untuk kalau kita butuh nanti kita bikin apa lagi. Akan tetapi, yang lain sudah; dalam negeri dan luar negeri sudah. 1.000-an MM per hari sudah,” kata Djoko.

Selain disalurkan melalui pipa untuk industri pupuk, sebagian produksi dipasarkan dalam bentuk liquefied natural gas (LNG).

Jepang menjadi salah satu pembeli utama dengan permintaan sekitar 2 hingga 2,5 juta ton per tahun. Djoko juga menyebut terdapat pembeli lain dari perusahaan internasional, yakni Eni SpA dan BP.

Lapangan Abadi Masela yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku, merupakan salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$20 miliar.

Proyek ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri dan pasar global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Groundbreaking Blok Masela Perkuat Pasokan Gas Domestik di Masa Depan

16 July 2026 - 09:19

Demo Mahasiswa Harus Jadi Ruang Aspirasi Konstitusional, Damai, dan Bermartabat

16 July 2026 - 09:19

Pemerintah Tegaskan Satelit Domestik Jadi Pilar Resiliensi Media dan Ketahanan Informasi

16 July 2026 - 09:19

Penguatan Infrastruktur Satelit Dukung Resiliensi Media Nasional

16 July 2026 - 09:19

Pembentukan PFII Perkuat Pasar Keuangan Domestik

16 July 2026 - 09:19

Trending on Berita