Menu

Dark Mode
Pemerintah Dorong Partisipasi CKG Lebih Luas demi Kesehatan Berkualitas Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Partisipasi CKG Antusiasme Program Cek Kesehatan Gratis Tembus 100 Juta Peserta Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung PSN Papua dan Tolak Provokasi Film “Pesta Babi” PSN Papua Terus Dipacu, Masyarakat Diajak Tolak Provokasi Film ‘Pesta Babi

Berita

APBN Surplus, Negara Makin Kuat dengan Setoran Rp 300 Triliun

badge-check


					APBN Surplus, Negara Makin Kuat dengan Setoran Rp 300 Triliun Perbesar

Jakarta – Pemerintah kembali mencatatkan pencapaian luar biasa dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga April 2025, setoran negara melonjak hampir Rp 300 triliun dibanding tahun lalu dan berhasil membalikkan kondisi defisit menjadi surplus sebesar Rp 4,3 triliun. Capaian ini menegaskan bahwa strategi fiskal yang efisien dan pro-rakyat bukan hanya wacana, tapi benar-benar terlaksana secara nyata.

Kementerian Keuangan melaporkan, pendapatan negara telah mencapai Rp 810,5 triliun atau 27% dari target APBN. Sementara itu, belanja negara yang terkendali di angka Rp 806,2 triliun menunjukkan bagaimana efisiensi mampu menciptakan ruang fiskal sehat tanpa mengorbankan kebutuhan rakyat. Di tengah situasi global yang menantang, pemerintah mampu menjaga kestabilan keuangan negara dengan prinsip kehati-hatian dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“Pada bulan April terjadi pembalikan dari yang tadinya tiga bulan defisit, posisi akhir April APBN kita surplus sebesar Rp 4,3 triliun,” tegas Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Ia menjelaskan bahwa lonjakan ini tak lepas dari kinerja penerimaan pajak yang terus membaik, meski sempat mengalami tekanan di awal tahun. “Kita mampu menghadapi shock restitusi dan penyesuaian teknis penghitungan, lalu membalikkan keadaan hanya dalam waktu satu bulan,” ungkapnya.

Kinerja penerimaan negara pun patut diacungi jempol. Penerimaan pajak mencapai Rp 557,1 triliun, setara 25,4% dari target tahun ini. Penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai pun mencatat angka Rp 100 triliun. Keseimbangan antara penerimaan dan belanja menciptakan posisi APBN yang sehat dan fleksibel, membuka ruang lebih besar untuk pembiayaan sektor publik secara tepat sasaran.

Dari sisi legislatif, Ketua DPR, Puan Maharani juga memberikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan efisiensi APBN yang ditempuh pemerintah. “DPR mengapresiasi upaya pemerintah agar dapat sungguh-sungguh menggunakan uang rakyat bagi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Puan. Ia menilai, keberhasilan efisiensi ini merupakan implementasi langsung dari amanat Undang-Undang Keuangan Negara.

“Pemerintah sudah seharusnya melakukan upaya terbaik dalam membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih sejahtera, murah dan tentram,” lanjutnya. Menurutnya, pencapaian surplus ini bukan hanya indikator makroekonomi, tetapi juga bukti bahwa kebijakan fiskal telah mulai menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.

Langkah tegas pemerintah ini tidak hanya menunjukkan kemampuan manajerial negara, tetapi juga menghidupkan harapan masyarakat bahwa anggaran negara benar-benar kembali pada rakyat. Momentum ini menjadi bukti bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif telah berjalan seiring demi menciptakan tata kelola keuangan negara yang sehat, adil, dan mensejahterakan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional

15 May 2026 - 23:38

Pemerintah Dorong Partisipasi CKG Lebih Luas demi Kesehatan Berkualitas

15 May 2026 - 23:38

Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung PSN Papua dan Tolak Provokasi Film “Pesta Babi”

15 May 2026 - 23:38

PSN Papua Terus Dipacu, Masyarakat Diajak Tolak Provokasi Film ‘Pesta Babi

15 May 2026 - 23:38

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Layanan Haji demi Kenyamanan Jamaah Indonesia

15 May 2026 - 23:38

Trending on Berita