Menu

Dark Mode
Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional Penguatan Resiliensi Media Bentengi Ruang Digital dari Hoaks dan Provokasi

Berita

Pemberantasan Judi Daring 2025 Perlihatkan Hasil Nyata, Kepercayaan Publik Menguat

badge-check


					Pemberantasan Judi Daring 2025 Perlihatkan Hasil Nyata, Kepercayaan Publik Menguat Perbesar

Jakarta – Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Steven Izaac Risakotta, menilai upaya pemerintah dalam pemberantasan judi daring sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang nyata dan terukur.

Steven mengapresiasi atas data terbaru yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang mencatat penurunan jumlah pemain judi daring lebih dari 68 persen pada 2025. Menurutnya, capaian ini tidak sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari kebijakan yang konsisten dan sinergi lintas lembaga.

“Melindungi masyarakat dari jeratan judi daring bukan sekadar statistik — ini soal masa depan generasi kita,” ujar Steven.

Berdasarkan data PPATK, nilai transaksi judi daring sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp 155,4 triliun, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 359,8 triliun. Jumlah pemain juga mengalami penurunan signifikan dari sekitar 9,7 juta orang pada 2024 menjadi sekitar 3,1 juta orang pada 2025, atau turun lebih dari 68 persen.

Steven menilai data tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pengawasan dan penindakan yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

Dalam pandangan Steven, capaian ini layak mendapat apresiasi karena konsistensi dalam memperkuat pengawasan ruang digital.

Pemutusan akses terhadap situs judi daring yang tidak berizin terus dilakukan, pemantauan aliran dana dan transaksi mencurigakan diperkuat bersama PPATK, serta kerja sama penegakan hukum lintas lembaga menunjukkan hasil yang menguntungkan masyarakat.

“Ini bukan semata angka turun — ini bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat dari potensi kehancuran sosial dan ekonomi akibat praktik judi daring,” tegas Steven.

Ia berharap langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah dapat terus dilanjutkan dan diperkuat secara berkelanjutan, seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan kejahatan digital yang semakin kompleks.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyatakan bahwa penurunan perputaran dana judi daring sepanjang 2025 merupakan hasil nyata dari komitmen pemerintah yang didukung partisipasi masyarakat.

“Ini adalah capaian kolektif pemerintah dan masyarakat, menunjukkan juga negara hadir secara serius untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari jeratan judi daring,” jelas Meutya.

Meutya menegaskan bahwa data PPATK menjadi indikator kredibel atas efektivitas kebijakan pemerintah dalam pengawasan, pemutusan akses, hingga penegakan hukum.

“Data PPATK menjadi indikator yang sangat kredibel kebijakan pengawasan, pemutusan akses, hingga penegakan hukum yang dilakukan pemerintah berjalan efektif dan terukur,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mempersempit ruang gerak pelaku, baik dari sisi konten, infrastruktur digital, maupun aliran dana.

[w.R]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara

17 July 2026 - 01:00

Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi

17 July 2026 - 01:00

Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake

17 July 2026 - 01:00

Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Trending on Berita