Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

Berita

Respons Cepat Pemerintah Hadapi PHK Jadi Bukti Keberpihakan pada Pekerja

badge-check


					Respons Cepat Pemerintah Hadapi PHK Jadi Bukti Keberpihakan pada Pekerja Perbesar

Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI memperkuat langkah perlindungan terhadap pekerja melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK. Kehadiran Satgas ini menjadi wujud komitmen negara dalam mengantisipasi dan menangani berbagai persoalan ketenagakerjaan, khususnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat berdampak pada kesejahteraan pekerja dan stabilitas ekonomi nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi antara pemerintah dan DPR agar setiap potensi PHK dapat terdeteksi serta ditangani lebih cepat. Dengan koordinasi yang berjalan secara rutin, berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan diharapkan dapat segera ditemukan solusinya sebelum berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa DPR akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan fungsi mitigasi PHK. Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan respons terhadap persoalan ketenagakerjaan dapat dilakukan secara tepat dan cepat.

“Ke depan, Satgas Mitigasi PHK yang melibatkan pemerintah dan DPR akan mengadakan pertemuan secara berkala guna memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi setiap potensi PHK,” ujar Dasco.

Dalam pelaksanaannya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dipercaya sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memetakan berbagai persoalan yang tengah dihadapi sektor industri. Pemetaan tersebut dilakukan bersama Desk Ketenagakerjaan Polri guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penyebab munculnya ancaman PHK.

Prasetyo menjelaskan bahwa faktor pemicu PHK tidak selalu berasal dari penurunan permintaan pasar. Sejumlah perusahaan juga menghadapi kendala permodalan akibat persoalan yang terjadi pada lembaga keuangan tempat mereka menyimpan dana usaha. Kondisi tersebut dapat mengganggu operasional perusahaan meskipun secara fundamental perusahaan masih tergolong sehat.

“Sebagian perusahaan memang mengalami penurunan permintaan pasar. Namun, ada pula yang menghadapi kendala permodalan karena dana mereka tersimpan di lembaga perbankan yang sedang bermasalah. Dampaknya, perusahaan yang sebenarnya memiliki kondisi usaha yang baik ikut terdampak dan menghadapi kesulitan,” jelas Prasetyo.

Ia menambahkan, Satgas akan mengidentifikasi setiap kasus secara rinci untuk menemukan akar permasalahan yang sebenarnya. Selain mencegah potensi PHK, Satgas juga akan menangani perusahaan yang telah melakukan PHK tetapi belum memenuhi kewajibannya kepada pekerja. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap perlindungan terhadap pekerja dapat semakin optimal sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi

15 August 2026 - 22:37

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

15 August 2026 - 22:37

Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif

15 August 2026 - 22:36

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

15 August 2026 - 22:36

Presiden Prabowo Dorong Percepatan B50 dan Persiapan Mandatori Bioetanol

15 August 2026 - 22:36

Trending on Berita