Menu

Dark Mode
Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi Satgas Terpadu Gempa NTT Tegaskan Negara Hadir Lindungi Seluruh Pengungsi Negara Hadir, Harapan Penyintas Gempa NTT Terus Menyala Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Berita

Pemerintah Pastikan Buka Ruang Dialog, Ajak Mahasiswa Waspadai Provokasi Unjuk Rasa

badge-check


					Pemerintah Pastikan Buka Ruang Dialog, Ajak Mahasiswa Waspadai Provokasi Unjuk Rasa Perbesar

Yogyakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawalan pembangunan nasional. Mahasiswa juga diajak menyampaikan aspirasi secara konstruktif serta mewaspadai berbagai provokasi yang berpotensi mengganggu penyampaian pendapat dan mengaburkan substansi perjuangan.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan pemerintah tidak akan menutup ruang diskusi terlepas dinamika yang terjadi pada forum dialog di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Kami diperintahkan oleh Pak Presiden untuk terus membuka dialog. Menerima kritik dan ya dikritik langsung di depan kami,” ujar Budiman.

Menurutnya, tradisi berdialog harus terus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam demokrasi. Ia menegaskan pemerintah akan tetap aktif menghadiri forum-forum diskusi untuk mendengarkan berbagai pandangan dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat.

“Kami selalu aktif, tidak akan menghentikan itu, tetap akan kami lakukan. Karena memang itu tradisi yang bagus dalam demokrasi,” katanya.

Budiman menjelaskan forum tersebut sejatinya dirancang sebagai ruang adu gagasan dan pertukaran perspektif mengenai berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, ia menilai tindakan yang memicu kericuhan justru menghambat mahasiswa yang ingin menyampaikan pandangan secara terbuka.

“Debat, beradu argumentasi, melihat dari berbagai macam perspektif berbeda. Jadi perlu tidak untuk yang kami sampaikan, silakan gali, silakan kritik. Kami juga ingin tahu perspektif mahasiswa,” jelas Budiman.

Komitmen pemerintah mendengar aspirasi mahasiswa juga ditunjukkan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming yang menerima perwakilan mahasiswa saat aksi demonstrasi di sekitar Monumen Nasional, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus memberikan evaluasi terhadap berbagai program pemerintah.

“Hari ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Sampaikan saja. Apa yang sudah dibangun itu kita rawat bersama. Saya senang, ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” ujar Gibran.

Pemerintah berharap ruang dialog yang terbuka dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal pembangunan. Aspirasi yang disampaikan secara tertib dan argumentatif diyakini akan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan, sementara berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah fokus dialog perlu diwaspadai agar semangat demokrasi tetap terjaga.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu

20 August 2026 - 09:21

Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi

20 August 2026 - 09:21

Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

20 August 2026 - 09:21

Trending on Berita