Menu ✖

Dark Mode
Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi   Pemerintah Tepat Memprioritaskan Kebutuhan Domestik dalam Kebijakan Ekspor Gas   Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

Berita

Waspada, Narasi “Indonesia Gelap” Ganggu Stabilitas Nasional

badge-check


					Waspada, Narasi “Indonesia Gelap” Ganggu Stabilitas Nasional Perbesar

Jakarta – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang digaungkan melalui aksi bertajuk “Indonesia Gelap”. Narasi tersebut dinilai sebagai upaya sistematis untuk menciptakan keresahan dan kekacauan psikologis yang bisa mengganggu stabilitas nasional.

Narasi seperti ‘Indonesia Gelap’ kerap dimunculkan untuk membentuk persepsi pesimistis, meski fakta di lapangan justru menunjukkan situasi nasional yang aman dan terkendali. Secara umum kondisi nasional berada dalam situasi yang aman dan kondusif, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun politik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa inflasi nasional masih terkendali dalam kisaran 1,5% hingga 3,5%. Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Nunukan, Ramadhan Wafid Mustafa, menyebut kondisi ini sebagai bukti kuat bahwa daya beli masyarakat tetap stabil.

“Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa tidak ada gejolak ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, narasi ‘Indonesia Gelap’ sangat bertolak belakang dengan realitas ekonomi kita saat ini,” jelas Ramadhan.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran narasi gelap tidak hanya menyesatkan opini publik, tetapi juga berpotensi mengganggu pembangunan nasional yang sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu mendukung iklim sosial ekonomi yang positif demi menjaga kesinambungan pembangunan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Wakil Menteri Agama, Dr. Romo HR Muhammad Syafi’i, yang menilai bahwa istilah “Indonesia Gelap” digunakan sebagai senjata psikologis untuk memecah belah persatuan bangsa.

“Aksi ini harus dihadapi dengan kewaspadaan kolektif. Masyarakat, khususnya generasi muda, harus menjadi garda terdepan untuk menjaga semangat persatuan dan tidak terprovokasi oleh doktrin-doktrin pemecah belah,” ujar Romo.

Ia menambahkan, demonstrasi yang digerakkan oleh narasi tersebut tidak berdasar secara fakta, mengingat Indonesia justru tengah menunjukkan kemajuan di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, investasi, dan pembangunan infrastruktur.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan rasional dalam menyikapi informasi yang beredar. Pemerintah terus mengedepankan keterbukaan informasi dan dialog antarelemen untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga. Jangan biarkan narasi penuh ketakutan yang direkayasa merusak kepercayaan publik terhadap kemajuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas

27 October 2026 - 22:39

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional

27 October 2026 - 22:39

Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis, Akses Kesehatan Daerah Jadi Prioritas

27 October 2026 - 22:39

Trending on Berita