Menu

Dark Mode
Relokasi Permanen dan Layanan Dasar Dipercepat, Penanganan Pascabanjir di Sumatra Tunjukkan Progres Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai Batang Sumpur dan Muara Pisang, Kunci Reduksi Risiko Banjir Susulan di Sumatera Transisi dari Darurat ke Pemulihan di Sumatra Jadi Momentum Perbaikan Jalan, Jembatan dan Hunian Jumlah Titik Jalan Fungsional Naik Signifikan, Infrastruktur Sumatra Pascabanjir Kian Pulih Pemerintah Tanggung PPh 21 Sepanjang 2026, Daya Beli Masyarakat Dijaga Pemerintah Bebaskan PPh 21, Stimulus Fiskal Untuk Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

Berita

Waspada, Narasi “Indonesia Gelap” Ganggu Stabilitas Nasional

badge-check


					Waspada, Narasi “Indonesia Gelap” Ganggu Stabilitas Nasional Perbesar

Jakarta – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang digaungkan melalui aksi bertajuk “Indonesia Gelap”. Narasi tersebut dinilai sebagai upaya sistematis untuk menciptakan keresahan dan kekacauan psikologis yang bisa mengganggu stabilitas nasional.

Narasi seperti ‘Indonesia Gelap’ kerap dimunculkan untuk membentuk persepsi pesimistis, meski fakta di lapangan justru menunjukkan situasi nasional yang aman dan terkendali. Secara umum kondisi nasional berada dalam situasi yang aman dan kondusif, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun politik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa inflasi nasional masih terkendali dalam kisaran 1,5% hingga 3,5%. Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Nunukan, Ramadhan Wafid Mustafa, menyebut kondisi ini sebagai bukti kuat bahwa daya beli masyarakat tetap stabil.

“Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa tidak ada gejolak ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, narasi ‘Indonesia Gelap’ sangat bertolak belakang dengan realitas ekonomi kita saat ini,” jelas Ramadhan.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran narasi gelap tidak hanya menyesatkan opini publik, tetapi juga berpotensi mengganggu pembangunan nasional yang sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu mendukung iklim sosial ekonomi yang positif demi menjaga kesinambungan pembangunan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Wakil Menteri Agama, Dr. Romo HR Muhammad Syafi’i, yang menilai bahwa istilah “Indonesia Gelap” digunakan sebagai senjata psikologis untuk memecah belah persatuan bangsa.

“Aksi ini harus dihadapi dengan kewaspadaan kolektif. Masyarakat, khususnya generasi muda, harus menjadi garda terdepan untuk menjaga semangat persatuan dan tidak terprovokasi oleh doktrin-doktrin pemecah belah,” ujar Romo.

Ia menambahkan, demonstrasi yang digerakkan oleh narasi tersebut tidak berdasar secara fakta, mengingat Indonesia justru tengah menunjukkan kemajuan di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, investasi, dan pembangunan infrastruktur.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan rasional dalam menyikapi informasi yang beredar. Pemerintah terus mengedepankan keterbukaan informasi dan dialog antarelemen untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga. Jangan biarkan narasi penuh ketakutan yang direkayasa merusak kepercayaan publik terhadap kemajuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Relokasi Permanen dan Layanan Dasar Dipercepat, Penanganan Pascabanjir di Sumatra Tunjukkan Progres

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai Batang Sumpur dan Muara Pisang, Kunci Reduksi Risiko Banjir Susulan di Sumatera

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Tanggung PPh 21 Sepanjang 2026, Daya Beli Masyarakat Dijaga

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Bebaskan PPh 21, Stimulus Fiskal Untuk Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

13 January 2026 - 09:46

Presiden Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Baru Ketahanan Energi Nasional

13 January 2026 - 09:46

Trending on Berita