Menu

Dark Mode
Praktisi Dorong UU Spionase, Nurul Arifin: Kekosongan Hukum Jadi Kerentanan Kedaulatan Tak Lagi Sekadar Batas Wilayah, Pakar Soroti Ancaman Spionase dan Intervensi Asing FISIP UI Gelar Seminar, Akademisi Soroti Ancaman Spionase Asing Akademisi dan Pakar Soroti Urgensi Regulasi Nasional Hadapi Spionase dan Intervensi Asing DPR Dorong Penguatan Regulasi Hadapi Ancaman Spionase dan Intervensi Asing di Era Digital Perkuat Kedaulatan Negara, Kepala BIN Dorong Regulasi Penanggulangan Spionase

Berita

Otonomi Khusus Papua Dorong Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan

badge-check


					Otonomi Khusus Papua Dorong Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Perbesar

JAKARTA — Pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua terus menunjukkan perkembangan positif dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai semakin kuat dalam memastikan program strategis nasional berjalan efektif hingga ke wilayah terpencil.

Komitmen ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Papua ditempatkan sebagai bagian penting pembangunan nasional dengan pendekatan pemerataan dan keadilan sosial.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan hingga ke tingkat daerah. “Semua visi Presiden dan Wakil Presiden harus terintegrasi sampai ke pelosok, termasuk Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik mampu mendorong peningkatan kesejahteraan melalui pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi instrumen strategis dalam menyelaraskan program pusat dan daerah. Forum ini memungkinkan aspirasi masyarakat terserap secara langsung, sekaligus memastikan kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan transparan.

Optimalisasi dana Otsus juga berperan penting dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan anggaran secara efektif untuk mendukung infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang adaptif.

“Dengan strategi yang tepat, pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pegunungan dapat tercapai,” katanya.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia terus diperkuat melalui program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyebut pendidikan sebagai kunci utama. “Sekolah Rakyat menjadi jembatan untuk memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otsus Papua, Ari Sihasale, mengungkapkan antusiasme tinggi anak-anak Papua terhadap akses pendidikan. “Mereka kini memiliki kesempatan belajar dengan fasilitas yang lebih baik,” katanya.

Di tingkat daerah, Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Sinkronisasi kebijakan menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif,” tegasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Otsus Papua semakin memperlihatkan peran strategis dalam mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Praktisi Dorong UU Spionase, Nurul Arifin: Kekosongan Hukum Jadi Kerentanan

27 August 2026 - 15:47

Kedaulatan Tak Lagi Sekadar Batas Wilayah, Pakar Soroti Ancaman Spionase dan Intervensi Asing

27 August 2026 - 15:47

FISIP UI Gelar Seminar, Akademisi Soroti Ancaman Spionase Asing

27 August 2026 - 15:47

Akademisi dan Pakar Soroti Urgensi Regulasi Nasional Hadapi Spionase dan Intervensi Asing

27 August 2026 - 15:47

DPR Dorong Penguatan Regulasi Hadapi Ancaman Spionase dan Intervensi Asing di Era Digital

27 August 2026 - 15:47

Trending on Berita