Menu ✖

Dark Mode
Prabowo Perkuat Bantuan Pangan dan Subsidi Upah bagi Kelompok Rentan Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Kuartal IV Prabowo Memilih Bantuan Pangan dan Subsidi Upah untuk Memastikan Rakyat Tetap Bertahan   Bantuan Pangan dan Subsidi Upah: Sinyal Kuat Pemerintah Tidak Membiarkan Rakyat Sendiri   Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

Berita

Psikolog hingga Tokoh Agama Dukung PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Wujudkan Pendidikan Bermutu di Ruang Digital

badge-check


					Psikolog hingga Tokoh Agama Dukung PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Wujudkan Pendidikan Bermutu di Ruang Digital Perbesar

Jakarta – Dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 terus menguat dari berbagai kalangan, mulai dari psikolog hingga tokoh agama. Regulasi ini dipandang sebagai langkah progresif pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital sekaligus memastikan terciptanya ekosistem yang aman, sehat, dan mendidik.

Kehadiran PP TUNAS menjadi bukti nyata bahwa negara hadir secara aktif dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam melindungi generasi muda dari risiko digital yang semakin kompleks.

Psikolog anak dan remaja, Sani Hermawan Budiantini, menilai kebijakan ini sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif terkait penggunaan teknologi secara bijak. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital harus dipahami secara menyeluruh.

“Kalau kita bicara PP Tunas, jangan sampai hanya fokus pada platform tertentu saja, karena risiko digital itu luas dan membutuhkan kewaspadaan bersama,” ujarnya. Menurutnya, peran orang tua menjadi kunci dalam memastikan implementasi kebijakan ini berjalan optimal di tingkat keluarga.

Sani juga menekankan pentingnya edukasi digital yang berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang positif.

“Semua pihak harus menjadi agen perubahan, mengedukasi lingkungan sekitar, dan bersama-sama menjaga anak agar tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” tegasnya.

Dukungan serupa disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menilai PP TUNAS sebagai langkah strategis dalam membangun budaya digital yang beretika. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai moral melalui pendidikan keagamaan menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan era digital.

“Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda,” ujarnya.

Pemerintah juga terus mendorong integrasi literasi digital dengan pendidikan karakter melalui madrasah dan pesantren. Langkah ini diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, implementasi PP TUNAS diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan ruang digital yang aman dan produktif. Upaya ini mencerminkan komitmen kuat negara dalam melindungi anak sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Perkuat Bantuan Pangan dan Subsidi Upah bagi Kelompok Rentan

2 October 2026 - 22:26

Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Kuartal IV

2 October 2026 - 22:26

Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG

2 October 2026 - 22:25

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

2 October 2026 - 22:25

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Integritas Pemerintahan Dinilai Makin Menguat

2 October 2026 - 22:25

Trending on Berita