Menu ✖

Dark Mode
Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi   Pemerintah Tepat Memprioritaskan Kebutuhan Domestik dalam Kebijakan Ekspor Gas   Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

Berita

PUIC ke-19 Resmi Ditutup, Parlemen OKI Sepakati Deklarasi Jakarta Demi Perdamaian Dunia

badge-check


					PUIC ke-19 Resmi Ditutup, Parlemen OKI Sepakati Deklarasi Jakarta Demi Perdamaian Dunia Perbesar

Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Parlemen OKI resmi ditutup di Jakarta dengan sukses menghasilkan Deklarasi Jakarta, yang menegaskan komitmen kolektif negara-negara anggota dalam mendorong perdamaian dunia, melawan Islamofobia, serta memperjuangkan hak asasi manusia secara universal.

Sidang PUIC ke-19 kali ini dihadiri oleh 9 ketua parlemen, 14 wakil ketua parlemen, serta organisasi internasional sebagai pengamat. Total peserta mencapai kurang lebih 450 orang dari 37 negara anggota OKI.

“Alhamdulillah, sidang ini juga menandai 25 tahun perjalanan UIC, sehingga sidang ke-19 ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-25 atau silver jubilee,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani, di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Kamis (15/5).

Dalam momen bersejarah ini, Indonesia secara resmi menerima mandat sebagai Ketua PUIC.

“Ini merupakan sebuah kehormatan, terlebih karena untuk pertama kalinya ketua parlemen negara-negara Islam dipimpin oleh seorang perempuan. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua,” tegas Puan.

Puan juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan lebih dari 10 pertemuan bilateral dengan berbagai negara anggota guna memperkuat kerja sama antarparlemen.

“Kami bersepakat untuk mempererat dan memperkuat hubungan antarparlemen, serta menjalin sinergi antara parlemen dan pemerintah” imbuhnya.

Salah satu poin penting hasil sidang adalah penegasan terhadap solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, serta pembukaan akses kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Deklarasi Jakarta juga menekankan pentingnya soft power dunia Islam melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pemuda.

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera saat membacakan deklarasi menyatakan pentingnya melawan Islamofobia.

“Parlemen anggota PUIC kami serukan untuk aktif melawan Islamofobia, xenofobia, dan segala bentuk intoleransi dengan menunjukkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil-alamin. Kami juga mendorong dialog antaragama dan antarbudaya di forum parlemen.” Tuturnya.

PUIC juga menegaskan pentingnya diplomasi, dialog, dan rekonsiliasi berdasarkan Piagam OKI dan hukum internasional.

“Ini mencerminkan nilai musyawarah dalam Islam atau shoora,” ujar Mardani.

Penutupan PUIC ke-19 menandai peran strategis diplomasi parlemen dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan inklusif.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas

27 October 2026 - 22:39

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional

27 October 2026 - 22:39

Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis, Akses Kesehatan Daerah Jadi Prioritas

27 October 2026 - 22:39

Trending on Berita