Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

Berita

PUIC ke-19 Resmi Ditutup, Parlemen OKI Sepakati Deklarasi Jakarta Demi Perdamaian Dunia

badge-check


					PUIC ke-19 Resmi Ditutup, Parlemen OKI Sepakati Deklarasi Jakarta Demi Perdamaian Dunia Perbesar

Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Parlemen OKI resmi ditutup di Jakarta dengan sukses menghasilkan Deklarasi Jakarta, yang menegaskan komitmen kolektif negara-negara anggota dalam mendorong perdamaian dunia, melawan Islamofobia, serta memperjuangkan hak asasi manusia secara universal.

Sidang PUIC ke-19 kali ini dihadiri oleh 9 ketua parlemen, 14 wakil ketua parlemen, serta organisasi internasional sebagai pengamat. Total peserta mencapai kurang lebih 450 orang dari 37 negara anggota OKI.

“Alhamdulillah, sidang ini juga menandai 25 tahun perjalanan UIC, sehingga sidang ke-19 ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-25 atau silver jubilee,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani, di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Kamis (15/5).

Dalam momen bersejarah ini, Indonesia secara resmi menerima mandat sebagai Ketua PUIC.

“Ini merupakan sebuah kehormatan, terlebih karena untuk pertama kalinya ketua parlemen negara-negara Islam dipimpin oleh seorang perempuan. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua,” tegas Puan.

Puan juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan lebih dari 10 pertemuan bilateral dengan berbagai negara anggota guna memperkuat kerja sama antarparlemen.

“Kami bersepakat untuk mempererat dan memperkuat hubungan antarparlemen, serta menjalin sinergi antara parlemen dan pemerintah” imbuhnya.

Salah satu poin penting hasil sidang adalah penegasan terhadap solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, serta pembukaan akses kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Deklarasi Jakarta juga menekankan pentingnya soft power dunia Islam melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pemuda.

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera saat membacakan deklarasi menyatakan pentingnya melawan Islamofobia.

“Parlemen anggota PUIC kami serukan untuk aktif melawan Islamofobia, xenofobia, dan segala bentuk intoleransi dengan menunjukkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil-alamin. Kami juga mendorong dialog antaragama dan antarbudaya di forum parlemen.” Tuturnya.

PUIC juga menegaskan pentingnya diplomasi, dialog, dan rekonsiliasi berdasarkan Piagam OKI dan hukum internasional.

“Ini mencerminkan nilai musyawarah dalam Islam atau shoora,” ujar Mardani.

Penutupan PUIC ke-19 menandai peran strategis diplomasi parlemen dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan inklusif.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi

15 August 2026 - 22:37

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

15 August 2026 - 22:37

Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif

15 August 2026 - 22:36

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

15 August 2026 - 22:36

Presiden Prabowo Dorong Percepatan B50 dan Persiapan Mandatori Bioetanol

15 August 2026 - 22:36

Trending on Berita