Menu

Dark Mode
Pangan Aman Jelang Lebaran 2026, Langkah Tanggap Pemerintah Hadapi Kenaikan Permintaan Kolaborasi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace, Jalur Diplomasi Tetap Efektif BoP Masih Menjadi Ruang Diplomasi Indonesia untuk Palestina

Berita

Diplomasi Budaya dan Wisata Jadi Sorotan di PUIC 2025, Indonesia-Tunisia Siapkan Kunjungan Parlemen

badge-check


					Diplomasi Budaya dan Wisata Jadi Sorotan di PUIC 2025, Indonesia-Tunisia Siapkan Kunjungan Parlemen Perbesar

Jakarta – Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota OKI (PUIC) yang digelar di Jakarta menjadi momentum penting penguatan diplomasi antarparlemen, termasuk antara Indonesia dan Tunisia.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Husein Fadlulloh, menyampaikan bahwa kedua negara berkomitmen meningkatkan kerja sama, khususnya melalui jalur budaya dan pariwisata.

“Tadi sudah ada ide sebetulnya mengenai diplomasi kebudayaan melalui digital. Jadi digitalisasi kebudayaan. Karena memang untuk masalah jarak ini kan agak sulit kita untuk menghindarinya ya,” ujar Husein usai bertemu delegasi parlemen Tunisia.

Husein menekankan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat kedua negara lewat pertukaran budaya yang difasilitasi oleh kedutaan besar masing-masing. Ia juga mengusulkan pertukaran wisatawan sebagai upaya mempererat hubungan antarbangsa.

“Kalau ada pertukaran pelajar, kita ada pertukaran turis mungkin ya. Nanti yang dari sana diberikan kesempatan untuk datang ke Indonesia secara gratis mungkin ya… dan dari Indonesia ke sana juga di-cover berapa biaya gitu,” jelasnya.

Politisi Gerindra itu juga menyampaikan bahwa BKSAP bersama Grup Kerja Sama Bidang (GKSB) Indonesia–Tunisia sedang mempersiapkan kunjungan balasan ke Tunisia tahun ini.

“Tadi juga kami rapat didampingi oleh Ketua GKSB Indonesia untuk Tunisia. Dan mereka memang sudah merencanakan untuk ada kunjungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BKSAP Mardani Ali Sera yang turut hadir dalam forum PUIC menyoroti isu-isu global seperti Palestina dan konflik lainnya.

“Tadi dibahas tiga isu Palestina, plus sepuluh resolusi tentang minoritas. Semuanya dibahas dengan seksama… dan dirancang langkah-langkah diplomasi yang harus ditempuh,” tuturnya.

Menurut Mardani, semangat kemanusiaan dan solidaritas sangat terasa dalam forum ini. “Spirit of humanity dan spirit of solidarity sangat nampak dari semua perwakilan yang hadir,” katanya.

Sebagai informasi, PUIC atau Parliamentary Union of the OIC Member States merupakan forum kerja sama parlemen dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Forum ini dibentuk pada 1999 dengan tujuan memperkuat solidaritas politik, ekonomi, dan sosial antarnegara anggota OKI. PUIC ke-19 tahun ini menegaskan kembali peran diplomasi parlemen dalam menyuarakan isu kemanusiaan serta memperkuat kolaborasi lintas negara anggota, termasuk melalui kerja sama bilateral seperti yang dilakukan Indonesia dan Tunisia.*

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

11 March 2026 - 12:43

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

11 March 2026 - 12:43

Pemerintah Serius Awasi MBG dari Pusat hingga Akar Rumput

11 March 2026 - 12:43

⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

11 March 2026 - 12:43

Danantara Bidik Hunian MBR, Percepatan Program 3 Juta Rumah Makin Nyata

11 March 2026 - 12:43

Trending on Berita