Menu

Dark Mode
Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional Penguatan Resiliensi Media Bentengi Ruang Digital dari Hoaks dan Provokasi

Berita

Pemulihan Pascabencana Terus Berlangsung, Warga Sepakat Tolak Kehadiran Simbol Separatisme di Aceh

badge-check


					Pemulihan Pascabencana Terus Berlangsung, Warga Sepakat Tolak Kehadiran Simbol Separatisme di Aceh Perbesar

Jakarta – Pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh terus berjalan seiring upaya pemerintah dan masyarakat mengembalikan aktivitas kehidupan secara bertahap. Di tengah proses tersebut, warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap kehadiran simbol separatisme demi menjaga persatuan dan stabilitas daerah.

Masyarakat khususnya para korban bencana menginginkan semua pihak fokus menangani bencana dan menyalurkan bantuan. Salah satu korban banjir di Bireuen, Muhammad, mengaku khawatir bila kehadiran simbol bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menggeser isu bencana ke politik murni.

“Saya dan keluarga, serta teman-teman yang lain sesama pengungsi, sudah lelah hidup di bawah tenda,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta agar tidak ada pihak-pihak yang melakukan provokasi. Sebab hal tersebut dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat

“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang menganggu proses (pemulihan pascabencana) tersebut,” kata Agus.

Ia menegaskan, TNI tidak akan menoleransi bila terjadi aksi provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara hingga menghambat pemulihan pascabencana di Aceh. Sanksi tegas akan diterapkan bila hal itu sampai terjadi.

“Saya akan tindak tegas kalua ada kelompok-kelompok seperti itu,” ujarnya.

Agus menerangkan, TNI, Polri, bersama Kementerian/Lembaga bergotong-royong secara maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Untuk itu, ia meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana berjalan cepat dan lancar.

“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang menganggu proses tersebut,” pungkasnya.

Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan setempat memastikan distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar berjalan merata dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, sehingga seluruh energi masyarakat dapat difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi tanpa terganggu oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara

17 July 2026 - 01:00

Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi

17 July 2026 - 01:00

Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake

17 July 2026 - 01:00

Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Trending on Berita