Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kerja Nyata untuk Rakyat Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Opini

Waspada Provokasi, Isu Perpecahan TNI Polri Upaya Merusak Kepercayaan Publik

badge-check


					Waspada Provokasi, Isu Perpecahan TNI Polri Upaya Merusak Kepercayaan Publik Perbesar

Jakarta – Apresiasi mengalir terhadap langkah tegas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan pasca sejumlah aksi anarkis beberapa hari terakhir. Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai sinergi dua institusi itu berhasil menurunkan eskalasi kericuhan.

“Setelah pernyataan Pak Kapolri didampingi Panglima TNI, saya melihat tensi daripada tindakan-tindakan kekerasan sampai sekarang menurun,” kata Sugeng.

Sugeng menyebut pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan penindakan tegas terhadap aksi anarkis menjadi titik balik meredanya situasi. Menurutnya, langkah aparat sudah sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tugas Kepolisian.

“Kalau sudah sampai pada batas itu, tindakan tegas yang terukur memang perlu dilakukan,” ujarnya.

Ia mengajak tokoh masyarakat, agama, dan komunitas untuk ikut menenangkan publik serta menanamkan pentingnya menjaga ketertiban.

“Silakan menyampaikan aspirasi sekeras-kerasnya, mengkritik sekeras-kerasnya, tapi jangan kebablasan. Karena yang kita serang itu milik negara, dibiayai oleh pajak kita sendiri,” tegas Sugeng.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kepolisian bersama TNI telah menggelar patroli gabungan skala besar hingga tingkat RT/RW.

“Atas perintah Bapak Kapolri, saya instruksikan seluruh Polda dan Polres segera melaksanakan patroli gabungan dengan TNI. Tidak ada ruang bagi anarkisme dan vandalisme,” kata Dedi.

Dedi juga menekankan pentingnya peran publik.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda adalah kunci. Masyarakat adalah mata dan telinga kami,” tambahnya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menetapkan 43 tersangka terkait aksi anarkis 25–31 Agustus 2025 di Jakarta.

“Dalam 4 TKP tadi setidaknya ada 43 tersangka yang sudah kami tetapkan atas peristiwa aksi anarkis. 42 di antaranya adalah dewasa dan satu adalah anak-anak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Dari jumlah itu, 38 orang telah ditahan dengan pasal berlapis, termasuk terkait penghasutan melalui media sosial dan ajakan kepada pelajar untuk ikut dalam kerusuhan.

Dengan soliditas TNI-Polri, pemerintah optimistis situasi akan tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa merasa aman menjalani aktivitas sehari-hari.****

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RUU Perampasan Aset Jadikan Koruptor Makin Susah Bernapas   

16 October 2026 - 00:34

RUU Perampasan Aset Membuat Koruptor Kehilangan Tempat Pulang  

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Aman, Pemerintah Siaga Menghadapi Gejolak Global    

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Aman, Mobilitas Rakyat Tetap Punya Pegangan  

16 October 2026 - 00:34

Dua Tahun Prabowo-Gibran Menjadi Ruang Adu Gagasan yang Sehat

16 October 2026 - 00:34

Trending on Opini