Menu

Dark Mode
Klarifikasi Budi Arie Redam Spekulasi, Masyarakat Didorong Jaga Persatuan Budi Arie Klarifikasi Soal Dinamika Politik dan Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Budi Arie Luruskan Polemik Percepatan Dinamika Politik, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Budi Arie Minta Maaf Polemik Percepatan Pemilu, Stabilitas Politik Jadi Prioritas Waspada Provokasi, Jangan Biarkan Demonstrasi Anarkis Merusak Persatuan Bangsa Waspada Provokasi Demonstrasi, Kawal RUU Perampasan Aset secara Bermartabat

Berita

Ulama Serukan Dukungan Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

badge-check


					Ulama Serukan Dukungan Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Perbesar

Jakarta — Wacana penetapan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional kembali mencuat setelah Kementerian Sosial Republik Indonesia mengusulkan nama tersebut kepada Dewan Gelar. Sejumlah tokoh keagamaan dan organisasi Islam besar di Indonesia menyampaikan dukungannya, seraya menegaskan pentingnya keteladanan sejarah dan penghargaan terhadap jasa pemimpin bangsa.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, menilai usulan tersebut sejalan dengan prinsip menghargai kontribusi besar para tokoh dalam perjalanan bangsa. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia perlu mengambil pelajaran dari kebaikan masa lalu, tanpa mengabaikan proses evaluasi sejarah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya. Kita perlu belajar dari kebaikan masa lalu dan mengambil hikmah dari kekurangannya. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada kaidah penting: al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah, menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik,” ujar Gus Fahrur.

Ia menjelaskan bahwa Soeharto memiliki peran strategis dalam stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pada masa Orde Baru, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di Asia.

“Pak Harto berjasa besar dalam stabilitas nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia dengan program pembangunan yang terencana dan stabilitas ekonomi serta keamanan yang tinggi,” jelasnya.

Gus Fahrur juga menyoroti kontribusi Soeharto dalam bidang sosial-keagamaan, termasuk pembangunan sarana ibadah di berbagai daerah.

“Pak Harto membangun ratusan masjid di seluruh Indonesia, tercatat sekitar 999 masjid dibangun atas prakarsa beliau. Beliau juga mendorong kerukunan antarumat beragama dan berperan penting dalam menjaga persatuan nasional pasca pemberontakan G30S/PKI,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Ia menilai Soeharto memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah perjuangan nasional, jauh sebelum memimpin pemerintahan.

“Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa kepada Republik Indonesia, sejak masa revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan,” kata Dadang.

Ia menegaskan salah satu peran penting Soeharto dalam perjuangan fisik kemerdekaan, yaitu pada Serangan Umum 1 Maret 1949, yang menjadi momentum pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

“Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apa pun, kecuali kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari kekurangan dan kesalahan seseorang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Jeje Zaenudin, menyampaikan bahwa Soeharto memiliki dedikasi panjang dalam menjaga keutuhan bangsa di masa-masa sulit pasca-revolusi.

“Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri untuk bangsa. Layak jika negara memberi penghargaan tertinggi,” ucap Jeje.

Usulan penetapan ini kini tengah menunggu hasil pembahasan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Pemerintah menekankan bahwa proses penetapan pahlawan nasional dilakukan dengan kajian mendalam terhadap rekam jejak, kontribusi, dan dampaknya bagi negara.

Jika disetujui, Soeharto akan menjadi tokoh sejarah nasional lainnya yang diakui atas perannya dalam perjalanan panjang Indonesia sebagai negara merdeka, bersatu, dan berdaulat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Klarifikasi Budi Arie Redam Spekulasi, Masyarakat Didorong Jaga Persatuan

26 August 2026 - 15:55

Budi Arie Klarifikasi Soal Dinamika Politik dan Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas

26 August 2026 - 15:55

Budi Arie Luruskan Polemik Percepatan Dinamika Politik, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas

26 August 2026 - 15:55

Budi Arie Minta Maaf Polemik Percepatan Pemilu, Stabilitas Politik Jadi Prioritas

26 August 2026 - 15:55

Rekening Donasi Warga Pati Bukan Diblokir, Hanya Penundaan Transaksi

26 August 2026 - 08:25

Trending on Berita