Menu

Dark Mode
Perpres Ojol Segera Terbit, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pengemudi Perpres Ojol Jadi Payung Baru Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online Perpres Ojol, Harapan Baru Bagi Pengemudi Makin Sejahtera Perpres Ojol Bukti Negara Serius Melindungi Pengemudi Ekonomi Digital Tidak Ada Ampun, Dapur MBG Tak Penuhi Standar Ditutup Permanen Tegas, Pemerintah Tutup Dapur MBG Bermasalah demi Keamanan Pangan Anak

Berita

Tumbuh 5,12 Persen, Buktikan Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Bawah Pemerintahan Prabowo

badge-check


					Tumbuh 5,12 Persen, Buktikan Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Bawah Pemerintahan Prabowo Perbesar

Jakarta – Ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif di tengah tekanan global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2025, menandai kinerja terbaik dalam beberapa kuartal terakhir.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode tersebut tercatat sebesar Rp5.947 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp3.396,3 triliun.

“Sehingga pertumbuhan Indonesia pada kuartal II 2025 bila dibandingkan dengan kuartal II 2024 tumbuh sebesar 5,12 persen,” ujar Edy.

Pertumbuhan ini juga meningkat dibandingkan kuartal I 2025 yang hanya mencatat 4,87 persen. Secara triwulan, ekonomi tumbuh 4,04 persen (quarter-to-quarter/qtq), menunjukkan pemulihan yang kuat setelah awal tahun mengalami tekanan.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa strategi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada sektor produktif dan transformasi digital telah membuahkan hasil.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% merupakan sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia masih resilien. Ini tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir,” ungkap Airlangga.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ditopang oleh kinerja perusahaan publik, khususnya di sektor ritel. Tren konsumsi masyarakat yang mulai bergeser ke kanal digital turut memperkuat pemulihan sektor industri. Minimarket, kios, dan e-commerce menjadi poros utama perubahan perilaku belanja.

“Fenomena belanja dadakan masih ada, tapi sektor ritel justru makin terstruktur secara digital. Ekonomi digital kini menjadi pilar penting, dengan Indonesia menguasai hampir 40 persen pasar digital ASEAN,” ucap Airlangga.

Untuk mempertahankan momentum ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif seperti Kredit Industri Padat Karya serta optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE). Tak hanya itu, Kerja sama ekonomi juga diperluas melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Free Trade Agreement (FTA).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa Bank Indonesia (BI) turut memperkirakan ekonomi akan tumbuh dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang meningkat signifikan.

“Pertumbuhan keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen,” kata Ramdan.

Kebijakan terukur pemerintah di bawah Presiden Prabowo dinilai berhasil menjaga daya beli, mendorong investasi, dan membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.**

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang

22 August 2026 - 00:14

Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Perkuat Satgas Karhutla untuk Lindungi Layanan Dasar Masyarakat

22 August 2026 - 00:14

Trending on Berita