Menu ✖

Dark Mode
Dari Deteksi Dini hingga Penyuluhan, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla melalui Pemadaman Terpadu dan Inovasi Teknologi Bantuan Karhutla Diperkuat, Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Masyarakat Terdampak Kabut Asap Ketegasan Hukum Karhutla Sebagai Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi Warga Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemerintah Siapkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang Lebih Fleksibel Pemerintah Pastikan Penanganan Karhutla Dipercepat, Enam Provinsi Jadi Fokus

Berita

Tolak Provokasi Aksi 1 Desember, AMPB Serukan Jaga Keamanan Bersama

badge-check


					Tolak Provokasi Aksi 1 Desember, AMPB Serukan Jaga Keamanan Bersama Perbesar

MAKASSAR — Menjelang tanggal 1 Desember yang kerap dikaitkan dengan peringatan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), Aliansi Merah Putih Bergerak (AMPB) bersama organisasi masyarakat Bravo Guard menyerukan ajakan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. Seruan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap potensi aksi unjuk rasa yang biasanya dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) setiap tahunnya.
Koordinator AMPB, Zainal Azis, menegaskan bahwa ajakan ini bukan semata-mata peringatan, tetapi bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga persatuan serta stabilitas keamanan di Sulawesi Selatan.
“Pernyataan ini disampaikan sebagai upaya menjaga ketertiban serta memastikan Sulsel tetap kondusif,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Zainal menyebut keberadaan KNPB dan AMP di Makassar dikhawatirkan dapat memengaruhi mahasiswa Papua serta memicu keresahan di tengah masyarakat luas. Menurutnya, kelompok tersebut kerap membawa isu yang dapat memicu ketegangan sosial apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Sebagai wujud aksi bela negara dan loyalitas terhadap NKRI, kami menyatakan bahwa KNPB dan AMP merupakan organisasi yang menurut kami memiliki keterkaitan dengan gerakan separatis,” tuturnya.
Ia juga menilai bahwa narasi yang dibawa kelompok tersebut berpotensi menyesatkan mahasiswa Papua dengan berlindung di balik ruang ekspresi demokrasi. Karena itu, Zainal meminta agar tidak ada aksi turun ke jalan pada 1 Desember mendatang. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut sangat rawan terhadap gesekan sosial yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami meminta agar peringatan 1 Desember tidak dilakukan dengan aksi-aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, AMPB memastikan siap berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat apabila imbauan ini tidak diindahkan. Zainal menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia menegaskan, “Bila imbauan ini diabaikan dan aparat tidak mengambil tindakan, AMPB bersama berbagai elemen masyarakat siap turun langsung untuk menjaga keamanan.”
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi menjelang tanggal tersebut, demi menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Gerak Cepat Bantu Korban Karhutla, Perkuat Pemadaman dan Salurkan Bantuan

15 October 2026 - 00:00

Hot Spot Nasional Turun, Bukti Nyata Kerja Keras Pemerintah Mengendalikan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Secara Menyeluruh

15 October 2026 - 00:00

Presiden Intruksikan 70 Ribu Personel Gabungan Percepat Pemadaman Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Trending on Berita