Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Tolak Demo BEM UI, Waspadai Provokasi dan Disinformasi

badge-check


					Tolak Demo BEM UI, Waspadai Provokasi dan Disinformasi Perbesar

Jakarta – Rencana aksi demonstrasi BEM UI perlu dipertimbangkan kembali agar tidak mengganggu suasana bulan kemerdekaan. Terlebih, aksi massa yang disertai provokasi, disinformasi, atau tindakan anarkis berpotensi mengganggu ketertiban umum sekaligus merusak iklim demokrasi.

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengingatkan masyarakat dan mahasiswa agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Ia menyoroti penggunaan ulang video lama dengan narasi seolah-olah menunjukkan demonstrasi terbaru.

Hasil analisis Monash University Indonesia menyebut salah satu video tersebut merupakan dokumentasi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 12 Juni 2026, bukan peristiwa mutakhir.

Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital, kata Dudung.

Menurut Dudung, informasi yang direkayasa dapat membentuk persepsi keliru dan memicu keresahan.
Bukan itu saja, dapat menyebabkan masyarakat resah dan takut, padahal kondisi politik dan keamanan baik-baik saja, alias terkendali, ujarnya.

Sebelumnya, pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai dinamika demonstrasi perlu dicermati karena terdapat indikasi gerakan massa yang bermuatan politik dan terorganisir.

“Pengakuan Presiden yang menemukan fakta sebagian peserta aksi mengikuti demonstrasi karena mendapat bayaran merupakan bukti bahwa terdapat aksi massa yang bermuatan politis, dan merupakan bagian dari upaya subversi guna mendegradasi citra positif Pemerintah,” kata Wawan, di Jakarta.

Ia menyebut pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap aktor dan pola dalam sejumlah aksi.

“Pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap aktor maupun pola yang digunakan dalam sejumlah aksi tersebut. Sangat wajar jika beliau juga sudah memiliki strategi problem solving guna mengeliminasi ancaman terkait,” katanya.

Wawan pun berpesan agar seluruh pihak menjaga persatuan ditengah beragam tantangan.

“Ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk kompak merupakan sinyalemen bahwa Presiden Prabowo membuka pintu untuk sinergitas dan penyamaan persepsi di dalam membangun bangsa,” pungkas Wawan

Di tengah peringatan HUT ke-81 RI, mahasiswa diharapkan memilih cara penyampaian aspirasi yang damai. Menahan diri dari aksi yang berpotensi memicu kericuhan dinilai dapat menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kegembiraan bulan kemerdekaan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita