Menu

Dark Mode
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis Indonesia DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih

Berita

Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM

badge-check


					Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM Perbesar

Papua Tengah- Aksi penembakan terhadap pesawat sipil kembali mengguncang Papua dan memicu kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. Insiden yang terjadi saat pesawat jenis Caravan milik Smart Air mendarat di Bandara Korowai Batu, Rabu siang, menewaskan dua awak pesawat dan menimbulkan duka mendalam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling serius terhadap penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan kronologi, pesawat dengan registrasi PK-SNR tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah menuju Korowai Batu dalam penerbangan rutin. Saat roda pesawat menyentuh landasan sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan menghantam badan pesawat. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka. Dalam situasi genting, pilot berupaya mengendalikan pesawat hingga berhenti di ujung landasan, memberi kesempatan bagi para penumpang untuk menyelamatkan diri.

Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat setelah berlari mencari perlindungan di sekitar area bandara. Pilot sempat mengirimkan laporan darurat melalui perangkat komunikasi Garmin kepada pihak maskapai. Namun komunikasi terputus, dan kedua awak pesawat kemudian ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak. Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang menyasar fasilitas sipil di Papua dan memunculkan kembali kekhawatiran atas keselamatan transportasi udara di daerah terpencil.

Tokoh Pemuda Papua Ali Kabiay menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut saat memberikan keterangan kepada media di Nabire. Kepada wartawan, termasuk dari TribunPapuaTengah.com, Ali menilai penembakan terhadap pesawat sipil merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan merusak martabat orang Papua. Ia menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun.

“Apa yang dilakukan kelompok-kelompok yang bertentangan dengan kedaulatan negara ini telah mencederai nilai kasih yang ditanamkan oleh agama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat Papua menginginkan kedamaian dan pembangunan, bukan konflik berkepanjangan yang justru merugikan warga di daerah terpencil.

Ali juga mendesak aparat keamanan untuk mengejar pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut agar memberi rasa keadilan bagi korban. Selain penegakan hukum, ia merekomendasikan penguatan pengamanan di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya di Papua Selatan. Menurutnya, kehadiran pos keamanan di titik rawan penting untuk membatasi ruang gerak kelompok bersenjata.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi kelancaran layanan publik dan konektivitas di Papua. Serangan terhadap penerbangan sipil tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi mengisolasi masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk mobilitas orang dan logistik. Karena itu, banyak pihak berharap langkah tegas dan terukur segera diambil agar tragedi serupa tidak terulang.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

30 August 2026 - 00:19

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

30 August 2026 - 00:19

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

30 August 2026 - 00:19

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

30 August 2026 - 00:19

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

30 August 2026 - 00:19

Trending on Berita