Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Aksi OPM, Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Ditoleransi BBM Tersedia, Pemerintah Memastikan Distribusi Menjangkau Semua Daerah Penguatan Armada Distribusi BBM Menjadi Langkah Penting Menjaga Pasokan Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Tambah Armada Pengangkut Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Terus Diperkuat Pemerintah Terus Mendengar Kebutuhan Warga dalam Penanganan Karhutla

Berita

Tokoh Lintas Agama Imbau Warga Waspada Hoaks dan Provokasi Pasca Demo

badge-check


					Tokoh Lintas Agama Imbau Warga Waspada Hoaks dan Provokasi Pasca Demo Perbesar

Jakarta – Berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, serentak menyerukan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh provokasi dan isu-isu yang berkembang. Seruan tersebut merupakan upaya untuk meredam situasi pascademonstrasi yang terjadi belakangan ini.

Pernyataan sikap dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud dan diikuti oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN Budi Santoso Tanuwibowo, perwakilan Keuskupan Agung Jakarta, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Manuputty.
Lalu Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Engkus Ruswana, Ketua Umum Permabudhi Prof Philip K. Widjaja, Waketum MUI Marsudi Suhud, Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf, hingga perwakilan Kepemimpinan Spiritual Eko Sriyanto Galgendu.
Marsudi Syuhud mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan perdamaian serta menolak segala bentuk kekerasan dan adu domba.

“Kami mengajak seluruh umat beragama untuk memperkokoh persatuan, toleransi, dan solidaritas. Hanya dengan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, kita dapat menjaga bangsa tetap rukun, tentram, dan harmonis,” jelas Marsudi.

Pembacaan sikap tersebut dilakukan bergilir oleh para tokoh agama. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang beredar di media sosial dan pesan berantai.

“Aspirasi dan pendapat harus disampaikan dalam bingkai kebenaran, kasih saying, dan keadilan. Perbedaan Adalah bagian dari demokrasi, namun tidak boleh digunakan untuk merusak persatuan,” jelas Marsudi.

Sementara itu, mengenai isu tentang adanya ribuan orang akan masuk ke Jakarta dari berbagai wilayah untuk melakukan aksi unjuk rasa, pihak aparat memastikan isu tersebut tidak benar.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyodo Wisnu Andiko mengimbau agar masyarakat lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya di platform digital dan grup Whatsapp.

“Saya mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi dengan jernih. Saluran utama yang bisa dijadikan rujukan Adalah media massa, wartawan, dan jurnalis yang menyampaikan informasi secara faktual,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Aksi OPM, Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Ditoleransi

22 October 2026 - 05:58

Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Tambah Armada Pengangkut

22 October 2026 - 05:58

Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Terus Diperkuat

22 October 2026 - 05:58

Pemerintah Tak Kendur Tangani Karhutla, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat

22 October 2026 - 05:58

Penanganan Karhutla Terus Diintensifkan, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lapangan

22 October 2026 - 05:58

Trending on Berita