Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Tokoh Damai Aceh Ingatkan Persatuan dan Waspadai Provokasi

badge-check


					Tokoh Damai Aceh Ingatkan Persatuan dan Waspadai Provokasi Perbesar

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus Tokoh Perdamaian Aceh, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan masyarakat Aceh agar menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.

Pesan itu disampaikan menyusul kericuhan yang terjadi di Banda Aceh bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh.

JK menilai peristiwa tersebut tidak mencerminkan keinginan mayoritas masyarakat Aceh yang selama ini menikmati kondisi damai setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

“Awalnya itu sebenarnya peringatan ke-21. Kebetulan MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005, sekarang sudah 21 tahun. Diperingati dengan doa dan zikir di Masjid Baiturrahman,” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, situasi berubah setelah muncul demonstrasi dan pengibaran bendera tertentu yang kemudian mendapat perhatian aparat keamanan. TNI dan Polri berupaya mencegah agar situasi tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

“Keamanan, polisi dan TNI tentu menolak atau berusaha agar tidak terjadi kerusuhan dan apalagi pengibaran bendera. Tidak terjadi konflik,” kata JK.

Ia menegaskan masyarakat Aceh tetap menginginkan perdamaian karena kondisi tersebut telah membawa kemajuan dalam berbagai bidang.

Pesan serupa disampaikan tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen.

Ia meminta bendera GAM dihormati sebagai bagian dari sejarah, bukan digunakan untuk kepentingan tertentu.

“Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus,” kata Juha.

Ia menilai pengibaran bendera GAM dalam situasi saat ini tidak baik bagi suasana perdamaian. Juha mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan tindakan sensitif yang berpotensi mengganggu stabilitas.

“Itu tidak bagus untuk suasana. Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah bermartabat untuk semua,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, mengajak masyarakat mensyukuri perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun.

“Nikmat perdamaian yang kita rasakan ini harus kita jaga dan syukuri. Perdamaian telah membuat daerah kita yang dulu miskin sekarang menjadi kaya,” katanya.

Abu Paya mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan nilai-nilai agama dalam menjaga keharmonisan Aceh.

“Mari kita terus bersyukur akan nikmat menjadi manusia dan jangan pernah melupakan perintah Allah. Jika kita kufur nikmat, maka Allah akan memberikan teguran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita