Menu

Dark Mode
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis Indonesia DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih

Berita

Teknologi Bantuan Sektor Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

badge-check


					Teknologi Bantuan Sektor Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Perbesar

JAKARTA – Pemanfaatan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kini menjadi motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea.

“Kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan. Di saat yang sama, kita juga menghadapi tantangan perubahan demografi yang menuntut inovasi dalam kebijakan dan strategi pembangunan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis AI menjadi strategi utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan kelaparan. Menurutnya, penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian telah memberikan hasil nyata, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan sistem pertanian presisi dan modern. Hasilnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari yang direncanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis kecerdasan buatan. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan teknologi seperti drone pertanian, sensor tanah, sistem data berbasis AI, serta robotik pertanian.

“Dengan teknologi itu produktivitas naik, indeks pertanaman meningkat, dan biaya produksi turun. Kita pakai drone, sensor untuk mengetahui unsur hara tanah, hingga robotik pertanian. Ini semua untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ujar Amran saat meninjau Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Upaya modernisasi pertanian juga berjalan di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, misalnya, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 17 kelompok tani di 11 kecamatan. Bantuan tersebut meliputi combine harvester, traktor roda empat, pompa air, dan handsprayer untuk mempercepat masa tanam serta meningkatkan luas tanam padi hingga 60.255 hektare.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menegaskan bahwa petani adalah garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Bantuan pertanian ini harus dimanfaatkan dengan optimal. Jika produksi padi meningkat, kesejahteraan petani juga ikut naik,” tuturnya.

Dengan sinergi antara kebijakan nasional, dukungan anggaran besar, dan pemanfaatan teknologi tinggi di lapangan, Indonesia menunjukkan langkah nyata menuju kemandirian pangan. Inovasi berbasis kecerdasan buatan bukan hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi fondasi utama menuju kesejahteraan dan kedaulatan bangsa di masa depan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

30 August 2026 - 00:19

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

30 August 2026 - 00:19

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

30 August 2026 - 00:19

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

30 August 2026 - 00:19

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

30 August 2026 - 00:19

Trending on Berita