Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Siapkan BSU Buruh sebagai Bantalan Kesejahteraan Pekerja Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Didengar, Dialog Dibuka untuk Cari Solusi Bersama Dua Tahun Prabowo-Gibran Aspirasi Buruh: Berdampak saat Dijaga Tetap Damai BSU Buruh Menjadi Bukti Aspirasi Pekerja Didengar dengan Solusi Nyata Selama Dua Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Perkuat Keamanan Papua, Lindungi Warga dan Dukung Pembangunan Aparat Tegas dan Profesional, Pemerintah Perkuat Keamanan Masyarakat Papua

Berita

Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional Berkat Jasanya terhadap Pembangunan Indonesia

badge-check


					Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional Berkat Jasanya terhadap Pembangunan  Indonesia Perbesar

Jakarta – Momentum peringatan Hari Pahlawan 2025 kembali memunculkan diskusi publik mengenai sosok-sosok yang dianggap berjasa besar bagi bangsa, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto. Sejumlah tokoh nasional menilai kiprah dan kontribusi beliau layak untuk dihargai sebagai Pahlawan Nasional..

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menanggapi usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Eddy menilai Soeharto memiliki jasa besar, bahkan Soeharto berhasil memulihkan dan meningkatkan perekonomian Indonesia secara signifikan.

“Soeharto merupakan salah satu kepala negara yang memiliki jasa kepada Indonesia. Dalam masa pemerintahannya, Soeharto telah berhasil memulihkan perekonomian Indonesia. ” kata Eddy.

Disisi lain, Peneliti sekaligus Wakil Direktur Intelligence and National Security Studies (INSS), Yusup Rahman Hakim, menilai kontribusi Presiden ke-2 RI Soeharto harus dibaca melalui dampak pembangunan jangka panjang, bukan sekadar persepsi politik yang terbelah.

Yusup menjelaskan bahwa kebijakan strategis Soeharto memberi pengaruh besar terhadap penguatan kapasitas negara, terutama di bidang pendidikan dasar, tata kelola pemerintahan, dan ketahanan pangan.

“Pembangunan sekolah secara masif pada awal 1970-an, reformulasi struktur perencanaan pembangunan serta modernisasi pertanian pada dekade 1980-an merupakan bagian dari proses nation-building yang membentuk fondasi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, perluasan akses pendidikan dasar saat itu mendorong mobilitas sosial yang lebih luas dan memunculkan kenaikan tingkat literasi penduduk.

“Sementara, keberhasilan mencapai kecukupan pangan pada pertengahan 1980-an memperkuat kemandirian ekonomi desa dan memperbaiki kesejahteraan petani,” ungkap Yusup.

Untuk diketahui, Presiden RI ke-2 Soeharto, merupakan sosok yang hingga kini dikenang sebagai Bapak Pembangunan karena kiprahnya yang berhasil membangun fondasi ekonomi dan infrastruktur nasional telah menjadi warisan signifikan bagi bangsa Indonesia.

Penilaian dari berbagai elemen masyarakat terhadap Soeharto didasarkan pada kontribusi nyata dan dampak jangka panjang dari kebijakannya. Dari pemulihan ekonomi hingga pembangunan pendidikan dan ketahanan pangan, mencerminkan bahwa warisan pembangunan Soeharto masih menjadi fondasi penting bagi Indonesia hari ini. [-RWA]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Siapkan BSU Buruh sebagai Bantalan Kesejahteraan Pekerja

16 October 2026 - 23:48

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Didengar, Dialog Dibuka untuk Cari Solusi Bersama

16 October 2026 - 23:48

Pemerintah Perkuat Keamanan Papua, Lindungi Warga dan Dukung Pembangunan

16 October 2026 - 23:48

Aparat Tegas dan Profesional, Pemerintah Perkuat Keamanan Masyarakat Papua

16 October 2026 - 23:48

Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana dari Pusat hingga Daerah

16 October 2026 - 23:48

Trending on Berita