Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Sekolah Rakyat Jadi Ruang Pengembangan Minat dan Bakat Anak dari Keluarga Rentan

badge-check


					Sekolah Rakyat Jadi Ruang Pengembangan Minat dan Bakat Anak dari Keluarga Rentan Perbesar

Jakarta – Sekolah Rakyat terus didorong menjadi ruang bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri. Melalui pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing siswa, pemerintah berharap setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih prestasi tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat menyambangi siswa baru Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Dalam kunjungan itu, ia berdialog langsung dengan para siswa yang tengah menjalani akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus memberikan motivasi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Gus Ipul, proses penyesuaian pada masa-masa awal sekolah merupakan hal yang wajar. Ia memahami sebagian siswa masih merindukan orang tua maupun belum terbiasa dengan jadwal kegiatan yang padat, namun kondisi tersebut diyakini hanya bersifat sementara.

“Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi tempat membangun karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri siswa. Dengan lingkungan belajar yang mendukung, para peserta didik diharapkan mampu berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan setiap siswa memiliki nilai dan kemampuan yang layak dikembangkan. Pesan tersebut ia sampaikan saat berdialog dengan 60 siswa yang mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Setiap kalian adalah anak-anak yang berharga. Anak-anak yang punya potensi yang akan dikembangkan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Agus Jabo juga menerangkan bahwa Sekolah Rakyat telah menerapkan pemetaan minat dan bakat (talent mapping) sehingga tenaga pendidik dapat mengarahkan pengembangan kemampuan setiap siswa sesuai potensi masing-masing. Pendekatan tersebut diyakini mampu melahirkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu. Latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita, melainkan motivasi untuk terus belajar dan membuktikan kemampuan. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo dan Asta Cita Perlu Dijaga sebagai Agenda Menuju Indonesia Emas

26 September 2026 - 00:00

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita