Menu

Dark Mode
Sekolah Rakyat dan Terobosan Akses Pendidikan Bermutu Tanpa Hambatan Sekolah Rakyat dan Harapan Baru Pendidikan Bermutu bagi Anak dari Keluarga Pekerja Informal Strong State, Safe Space: PP TUNAS dan Masa Depan Anak di Dunia Digital Governing the Platforms: PP TUNAS dan Otoritas Negara di Ruang Digital Anak Museum Marsinah, Buruh, dan Komitmen Pemerintah terhadap Kesejahteraan Buruh dan Museum Marsinah: Refleksi Komitmen Pemerintah terhadap Keadilan Sosial

Berita

Sekolah Garuda Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Akses Pendidikan Global

badge-check


					Sekolah Garuda Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Akses Pendidikan Global Perbesar

Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program Sekolah Garuda sebagai terobosan strategis untuk membuka peluang generasi muda Indonesia menembus universitas ternama dunia. Program ini memberikan materi, kurikulum, dan pendampingan khusus agar para siswa siap bersaing di tingkat internasional.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa masih banyak pelajar Indonesia yang belum memahami cara masuk ke universitas top dunia maupun akses pendanaan studi. Sekolah Garuda hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

“Melalui Sekolah Garuda, kami tidak hanya menyiapkan siswa secara akademik, tetapi juga membuka peluang beasiswa melalui mekanisme kompetisi,” jelas Najib.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengubah praktik baik yang telah berjalan di sekolah unggulan, termasuk sistem pembelajaran, kurikulum, dan kehidupan berasrama. Pemerintah hanya akan melakukan asistensi untuk memaksimalkan potensi masing-masing sekolah.

“Fokus kami adalah peningkatan kapasitas guru, pembinaan siswa kelas XI dan XII, serta membangun jejaring dengan kampus top dunia,” ujar Stella.

Pada 2024, terdapat 12 sekolah unggulan yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi dan akan beroperasi mulai tahun ajaran 2025/2026. Selain itu, sebanyak 20 sekolah baru akan dibangun bertahap hingga 2029, dengan empat sekolah ditargetkan selesai tahun ini di Soe (NTT), Belitung Timur (Babel), Papua Tengah, dan satu lokasi lainnya.

Kemdiktisaintek juga menyiapkan proses rekrutmen tenaga pendidik. Tiap sekolah akan memiliki sekitar 55 guru, terdiri dari guru negeri dan tenaga profesional internasional, dengan sistem penugasan yang tengah difinalisasi secara terintegrasi.

MAN Insan Cendekia OKI, salah satu dari 12 sekolah transformasi, menjadi contoh keberhasilan dengan prestasi global di bidang riset dan mekatronik. Pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan Northwestern University dan Tsinghua University untuk membangun kerja sama pendidikan.

Dengan pendekatan kolaboratif antara Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag, Sekolah Garuda diharapkan menjadi pendorong kualitas pendidikan nasional serta membuka akses yang lebih luas bagi anak bangsa menuju perguruan tinggi terkemuka dunia.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Ungkap MBG Berkontribusi pada Tingginya Kepuasan Kinerja Pemerintah

17 April 2026 - 09:40

MBG Dapat Respons Positif, Publik Nilai Program Beri Manfaat Nyata

17 April 2026 - 09:40

Pemerintah Hadir untuk Buruh, Museum Marsinah Jadi Simbol Penghormatan

17 April 2026 - 09:40

Jelang May Day 2026, Pemerintah Tegaskan Dukungan untuk Buruh lewat Museum Marsinah

17 April 2026 - 09:40

Kids First, Pemerintah Tindak Tegas Pelanggar PP TUNAS

17 April 2026 - 09:40

Trending on Berita