Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Opini

Resiliensi Media Diperkuat lewat Transformasi Literasi Digital Berbasis AI

badge-check


					Resiliensi Media Diperkuat lewat Transformasi Literasi Digital Berbasis AI Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat resiliensi media nasional melalui transformasi program literasi digital yang kini berfokus pada peningkatan kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI yang membawa peluang sekaligus tantangan baru di ruang digital.

Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi konten, memperluas akses informasi, dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Namun, perkembangan teknologi generatif juga memunculkan ancaman berupa disinformasi, manipulasi konten, hingga penipuan digital berbasis AI yang semakin sulit dikenali.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pendekatan literasi digital perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, program yang selama hampir satu dekade dijalankan kini diarahkan pada peningkatan kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan era AI. Karena itu, fokus literasi digital kini diarahkan pada kemampuan masyarakat mengenali hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang semakin canggih akibat perkembangan teknologi generatif.

Sementara itu, President Director HP Indonesia, Juliana Cen, menilai AI telah menjadi bagian penting dalam dunia kerja modern. Menurutnya, pemanfaatan AI yang aman dan bertanggung jawab mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi transformasi digital.

“AI bukan lagi sekadar ambisi jangka panjang. Fokus kami adalah membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan bermakna,” ujar Juliana.

Penguatan literasi AI juga berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran keamanan siber. Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, menekankan pentingnya literasi siber sebagai benteng menghadapi ancaman digital generasi baru.

“Peningkatan literasi siber menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak pada modus penipuan digital berbasis AI,” kata Satryo.

Pemerintah optimistis transformasi literasi digital berbasis AI yang didukung kolaborasi pemerintah, industri, media, dan komunitas akan memperkuat resiliensi media nasional sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang aman, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi teknologi. **

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas

27 September 2026 - 12:15

Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia

27 September 2026 - 12:15

Cadangan Devisa Kuat, Stabilitas Rupiah Terjaga

27 September 2026 - 12:14

Trending on Opini