Menu

Dark Mode
Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

Berita

Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

badge-check


					Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan Perbesar

JAKARTA – Mencuatnya isu September Hitam 2026 di ruang publik menjadi momentum bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, namun tetap mengedepankan sikap bijak dan bertanggung jawab.

Aktivis pemuda dan mahasiswa, M. Fad, mengajak mahasiswa dan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi palsu maupun narasi yang berpotensi memicu konflik.

“Jangan terprovokasi oleh media maupun media sosial terkait hoaks-hoaks yang bertebaran, yang bertujuan menjatuhkan pimpinan, presiden, maupun pejabat kita semua,” ujar M. Fad.

Ia menilai penyampaian aspirasi dan kepedulian terhadap isu HAM merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan mengutamakan dialog, kedamaian, serta penghormatan terhadap perbedaan pandangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengarahkan energi mereka pada kegiatan yang membangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Supaya jangan terjadi konflik di masyarakat, mari masyarakat menjalin perkumpulan yang positif. Salah satunya untuk edukasi dan melakukan hal-hal yang positif,” katanya.

Senada dengan pentingnya literasi informasi, Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Unsoed, Mizar Hilman, mengingatkan bahwa popularitas isu HAM di media sosial belum otomatis menunjukkan pemahaman yang mendalam dari generasi muda.

Menurutnya, konten singkat di platform digital dapat menjadi pintu awal untuk mengenali suatu persoalan, tetapi perlu dilanjutkan dengan membaca sumber terpercaya dan memahami kronologi secara utuh.

“Belum tentu bahwa mereka itu memahami secara betul atau bahkan mereka hanya mengikuti tren saja,” kata Mizar.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membagikan konten. Kepedulian terhadap HAM perlu diwujudkan melalui pemahaman yang lebih mendalam, diskusi konstruktif, kegiatan sosial, serta penghormatan terhadap hak orang lain.

Sinergi pemerintah, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ruang demokrasi yang sehat sekaligus menjaga keamanan dan persatuan di tengah dinamika isu September Hitam.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas

23 September 2026 - 02:12

Mahasiswa Apresiasi Kebijakan Transformatif Pemerintahan Prabowo-Gibran

23 September 2026 - 02:12

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

23 September 2026 - 02:12

Trending on Berita