Menu ✖

Dark Mode
Kesetaraan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tak Membiarkan Anak Tertinggal Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar Kedaulatan Pangan Menjawab Tantangan dari Sawah sampai Dapur Rakyat Kedaulatan Pangan: Bangsa Mampu Berdiri di Atas Produksi Sendiri

Berita

Pupuk Indonesia Amankan Bahan Baku Fosfat Global untuk Jaga Swasembada Pangan Berkelanjutan

badge-check


					Pupuk Indonesia Amankan Bahan Baku Fosfat Global untuk Jaga Swasembada Pangan Berkelanjutan Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional melalui kebijakan strategis di sektor hulu industri pupuk. Dalam kerangka tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil peran strategis melalui pengamanan pasokan bahan baku utama pupuk guna menopang ketahanan pangan jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Pupuk Indonesia dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair. Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman pengembangan industri fosfat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lekhal di Aljazair.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa rock phosphate merupakan bahan baku utama dalam industri pupuk yang hanya dapat diperoleh melalui kegiatan pertambangan. Oleh karena itu, kepastian pasokan menjadi faktor krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk dalam negeri.

“Kerja sama dengan Somiphos untuk keberlanjutan suplai bahan baku demi mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad.

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia mendapatkan dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun. Perjanjian tersebut juga bertujuan membangun kemitraan strategis dalam pengembangan peluang kerja sama di bidang fosfat. Terutama peluang investasi bersama dalam kegiatan eksploitasi dan pengolahan fosfat, termasuk pengembangan proyek-proyek turunan berbasis fosfat.

“Karena itu, Pupuk Indonesia menyambut baik kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group. Kerja sama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat,” ujar Rahmad.

Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari pemerintah. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai kerja sama fosfat dengan Aljazair merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk nasional.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas, negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani,” tegas Sudaryono.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap bahan baku impor selama ini turut memengaruhi struktur biaya pupuk. Oleh karena itu, kemitraan jangka panjang dinilai penting untuk menekan biaya produksi dan menurunkan harga pupuk di tingkat petani.

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan melalui dukungan pasokan bahan baku yang aman dan terjamin.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif

10 October 2026 - 15:46

Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Percepatan Program Pertanian Nasional

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Didorong melalui Produksi, Teknologi, dan Kesejahteraan Petani

10 October 2026 - 15:46

Koperasi Merah Putih Catat Transaksi Besar, Perputaran Usaha Desa Menguat

10 October 2026 - 15:46

Trending on Berita