Menu

Dark Mode
Diplomasi Dua Kutub, Presiden Prabowo Bangun Keseimbangan dari Moskow ke Paris Dari Kremlin ke Elysee, Presiden Prabowo Baca Arah Baru Geopolitik Sekolah Rakyat dan Harapan Baru bagi Keluarga Difabel Akses Pendidikan bagi Keluarga Difabel melalui Program Sekolah Rakyat Pengadilan Militer Dinilai Tepat untuk Kasus Kekerasan Air Keras Penanganan Kasus Air Keras Melalui Pengadilan Militer Dinilai Solutif

Berita

Proses Peradilan Militer Ditekankan untuk Jamin Keadilan Kasus Air Keras

badge-check


					Proses Peradilan Militer Ditekankan untuk Jamin Keadilan Kasus Air Keras Perbesar

Jakarta – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menunjukkan komitmen kuat negara dalam memastikan keadilan ditegakkan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tahapan hukum yang kini memasuki proses peradilan menjadi bukti bahwa sistem penegakan hukum berjalan secara pasti dan terarah, sejalan dengan prinsip negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh warga negara.

Pelimpahan berkas perkara dari penyidik Puspom TNI kepada Oditur Militer II-07 Jakarta mencerminkan keseriusan aparat dalam menuntaskan perkara ini hingga ke meja hijau. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa setiap proses hukum dijalankan secara sistematis dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tanpa ada ruang bagi ketidakpastian.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa mekanisme peradilan militer merupakan jalur yang tepat dan sah secara hukum. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas proses peradilan agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, sekaligus memastikan hasil putusan memiliki legitimasi yang kuat.

“Kalau sekarang karena belum ditemukan adanya tersangka dari kalangan sipil, maka pengadilannya sepenuhnya adalah pengadilan militer,” ujar Yusril.

Dukungan terhadap transparansi juga ditegaskan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang mendorong agar persidangan dilaksanakan secara terbuka. Gagasan ini memperkuat optimisme publik bahwa proses hukum tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga mengedepankan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

“Keadilan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan proses hukum harus berjalan jujur, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Gibran.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan bahwa seluruh tahapan penyidikan telah diselesaikan secara profesional dan sesuai prosedur. Hal ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjunjung tinggi disiplin, transparansi, dan tanggung jawab hukum.

“Penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Aulia.

Dengan fondasi proses hukum yang kuat, transparan, dan profesional, peradilan militer diharapkan mampu menghadirkan keadilan yang objektif serta memperkuat kepercayaan publik. Negara menunjukkan bahwa supremasi hukum menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas, keadilan, dan kepastian hukum di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

15 April 2026 - 10:42

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Inklusif bagi Anak Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Penanganan Kasus Air Keras Melalui Peradilan Militer Dipastikan Transparan

15 April 2026 - 10:42

Trending on Berita