Menu

Dark Mode
Kepuasan Publik Menguat Tunjukkan Kepercayaan Masyarakat pada Percepatan Program Prioritas Pemerintah   Tingginya Kepuasan Publik, Modal Politik bagi Pemerintahan Prabowo Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo   Kepuasan Publik Tinggi Cerminkan Keberhasilan Program Pemerintahan Presiden Prabowo   Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan

Berita

Program Listrik Masuk Desa Jadi Prioritas Utama Pemerintah

badge-check


					Program Listrik Masuk Desa Jadi Prioritas Utama Pemerintah Perbesar

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pemerataan akses listrik ke seluruh pelosok negeri, khususnya di wilayah yang belum teraliri.

Dalam acara Diseminasi Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 780 ribu rumah tangga di Indonesia yang belum menikmati akses listrik.

“Ini menunjukkan urgensi program karena masih ada saudara-saudara kita yang belum tersentuh listrik meski pembangunan telah masif,” kata Jisman

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan roadmap Program Listrik Desa (Lisdes) dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp50 triliun. Program ini menargetkan penyaluran listrik ke 5.700 desa yang saat ini belum dilayani oleh PLN.

“Kami ingin desa-desa yang belum terjangkau PLN bisa segera mendapat layanan listrik yang berkelanjutan,” jelas Jisman.

Ia juga menegaskan pentingnya pemberian subsidi kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum memiliki akses listrik.

“Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat 3T mendapatkan akses listrik sebagai dasar penyaluran subsidi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ke depan, program elektrifikasi akan lebih terintegrasi lintas kementerian agar berkelanjutan dan efektif.

“Program sebelumnya menghadapi tantangan keberlanjutan, namun pemerintah kini memastikan agar layanan listrik dapat terus dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN dan Kementerian ESDM telah mengembangkan roadmap yang lebih komprehensif, tidak hanya mencakup desa, tetapi juga dusun.

“Kami sekarang menghitung berdasarkan dusun. Totalnya ada 10.068 desa dan dusun yang masuk dalam perencanaan elektrifikasi kami,” ungkapnya saat rapat dengan Komisi XII DPR.

Ia menyebut kebutuhan investasi tambahan sekitar Rp42,3 triliun untuk mewujudkan target tersebut.

“Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil sudah menyatakan dukungan penuh untuk program ini,” tegasnya.

Komitmen yang sama juga ditegaskan Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto.

“Listrik adalah kebutuhan primer. Melalui upaya ini, kami hadir untuk mewujudkan sila kelima Pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Sebagai contoh, PLN melalui UID Kaltimra telah menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di sembilan desa, yang kini memungkinkan 275 keluarga menikmati layanan listrik secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

14 February 2026 - 10:02

Istana Tegaskan Prioritas Kerja Nyata di Atas Pencapaian Angka Survei

14 February 2026 - 10:02

Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan

14 February 2026 - 10:02

Istana Komitmen Fokus Kerja Nyata Meski Kepuasan Publik Presiden Prabowo Tinggi

14 February 2026 - 10:02

Kepuasan Publik 79,9 Persen, Prabowo Paham Cara Merangkul Semua

14 February 2026 - 10:02

Trending on Berita