Menu

Dark Mode
Hilirisasi Mineral Kritis: Kunci Kedaulatan Baterai, Teknologi, dan Pertahanan Hilirisasi dan PSN Papua, Pilar Baru Pemerataan Ekonomi Nasional Pemerintah Percepat Hilirisasi Mineral Kritis dan Tata Kelola Ekspor LTJ Hilirisasi dan PSN Papua Perkuat Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pencegahan Karhutla Melalui Sekat Kanal, Patroli, dan Kesiapsiagaan Gerak Cepat Pusat dan Daerah Hadapi Karhutla

Berita

Presiden Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan adalah Pengkhianat Bangsa

badge-check


					Presiden Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan adalah Pengkhianat Bangsa Perbesar

Jakarta – Komitmen menjaga persatuan dan stabilitas nasional kembali ditegaskan pemerintah melalui ajakan untuk mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi. Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa pemimpin yang menganjurkan aksi perusakan maupun pembakaran fasilitas umum merupakan pengkhianat bangsa. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kerusuhan yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu persatuan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa siapa pun yang memenangkan kontestasi harus dihormati, sedangkan pihak yang belum berhasil perlu menerima hasil tersebut secara dewasa demi menjaga persatuan bangsa.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa tindakan menghasut masyarakat untuk melakukan kerusuhan setelah kekalahan politik merupakan sikap yang tidak mencerminkan kepemimpinan.

“Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian,” ujar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurutnya, demokrasi harus menjadi sarana memperkuat persaudaraan, bukan memecah belah masyarakat. Sebagai bentuk komitmennya terhadap demokrasi yang damai, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pengalamannya mengikuti lima kali pemilihan presiden, termasuk empat kali mengalami kekalahan. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengajak para pendukung melakukan tindakan anarkis maupun memicu kerusuhan.

“Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” tegasnya.

Dengan demikian, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan menghormati proses demokrasi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Presiden menegaskan bahwa persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus dijalankan secara damai, sehat, dan bertanggung jawab agar stabilitas nasional tetap terjaga serta pembangunan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera dapat terus berlangsung.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Percepat Hilirisasi Mineral Kritis dan Tata Kelola Ekspor LTJ

2 August 2026 - 06:24

Hilirisasi dan PSN Papua Perkuat Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

2 August 2026 - 06:24

Pemerintah Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumatra, Kalimantan, Hingga Jawa

2 August 2026 - 06:24

Atasi Karhutla, Pemerintah Perkuat Sekat Kanal dan Pendinginan Lahan

2 August 2026 - 06:24

Pemerintah Siapkan Tata Kelola AI untuk Lindungi Karya Jurnalistik

2 August 2026 - 06:24

Trending on Berita