Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

badge-check


					Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi perdagangan karbon sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi hijau nasional. Melalui peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), penguatan perdagangan karbon sektor kehutanan, serta penyempurnaan tata kelola yang berstandar internasional, Indonesia menegaskan komitmennya membangun pasar karbon yang transparan, kredibel, dan berintegritas.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa peluncuran SRUK merupakan tonggak penting dalam membangun tata kelola karbon nasional yang mampu bersaing di tingkat global.

“Sistem Registri Unit Karbon yang kita luncurkan menjadi fondasi utama agar perdagangan karbon Indonesia berjalan secara transparan, kredibel, dan memiliki integritas sesuai standar internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Jumhur menekankan bahwa perdagangan karbon harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Nilai ekonomi karbon tidak boleh berhenti sebagai mekanisme perdagangan semata, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat daerah dan masyarakat adat yang selama ini menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap prospek pasar karbon nasional. “Indonesia memiliki potensi perdagangan karbon yang sangat besar. Dengan tata kelola yang semakin kuat, pasar karbon akan menjadi salah satu instrumen pembiayaan pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi hijau Indonesia,” tambah Jumhur.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan perdagangan karbon nasional.

“Perdagangan karbon menjadi kesempatan besar untuk mengubah orientasi bisnis kehutanan, dari yang sebelumnya menebang menjadi menanam, dari pendekatan ekstraktif menuju restorasi ekosistem,” katanya.

Menurut Raja Juli Antoni, peluncuran SRUK dan Indonesia Forestry Carbon Hub menjadi momentum penting dalam meningkatkan kepercayaan investor. “Dengan tata kelola yang transparan dan terintegrasi, Indonesia siap menghadirkan ekosistem perdagangan karbon yang memberikan manfaat ekonomi, menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui sinergi antarkementerian, pelaku usaha, dan mitra internasional, pemerintah optimistis perdagangan karbon akan berkembang sebagai salah satu instrumen strategis untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

Penguatan tata kelola tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo dan Asta Cita Perlu Dijaga sebagai Agenda Menuju Indonesia Emas

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita