Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Percepat Hunian Layak, Papua Renovasi 2.100 Rumah Warga

badge-check


					Percepat Hunian Layak, Papua Renovasi 2.100 Rumah Warga Perbesar

Jayapura – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mempercepat program renovasi rumah tidak layak huni sebagai langkah konkret memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat. Sebanyak 2.100 unit rumah ditargetkan mulai direnovasi pada Maret 2026, bersamaan dengan pembangunan lima unit rumah susun (rusun) di sejumlah wilayah strategis.

Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, mengatakan pelaksanaan fisik program tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama pemerintah pusat di Jakarta. Rakor tersebut membahas sinkronisasi kebijakan, penguatan regulasi, serta pemutakhiran data penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran.

“Pemprov mulai merealisasikan pembangunan rusun dan renovasi rumah. Pekerjaan fisik dimulai pada Maret 2026 dengan alokasi sekitar 2.100 unit bantuan renovasi rumah, dan lima unit rumah susun,” kata Fakhiri.

Menurut dia, kebutuhan perumahan di Papua masih tergolong tinggi dan memerlukan penanganan bertahap. Selain pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan, kondisi sosial masyarakat yang memungkinkan satu rumah dihuni beberapa generasi turut memengaruhi besarnya kebutuhan hunian.

“Data menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua cukup tinggi. Karena itu, pemerintah provinsi berkomitmen mempercepat realisasi program bantuan rumah subsidi, renovasi rumah, hingga pembangunan kawasan permukiman melalui berbagai skema,” ujarnya.

Program renovasi akan difokuskan pada rumah tidak layak huni milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam pelaksanaannya, Pemprov Papua menggandeng balai perumahan sebagai mitra teknis guna memastikan kualitas bangunan memenuhi standar kelayakan, baik dari aspek struktur, sanitasi, maupun kesehatan lingkungan.

Selain perbaikan rumah tapak, pembangunan lima rusun direncanakan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Hunian vertikal tersebut disiapkan sebagai solusi atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan serta meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di wilayah penyangga ibu kota provinsi.

Upaya percepatan ini juga menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program nasional di sektor perumahan. Fakhiri menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya papan, terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita