Menu

Dark Mode
Sertifikasi Rumah MBR Gratis dan Harapan Baru Kepastian Hunian Rakyat Kecil Sertifikasi Rumah MBR Gratis sebagai Terobosan Melindungi Aset Masyarakat Kecil MBR Dapat Kabar Baik, Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Rumah MBR untuk Perkuat Kepastian Hukum Hunian Menjadikan KUR Lebih Dekat dengan Rakyat Lewat Koperasi Merah Putih KUR dan Koperasi Merah Putih: Jalan Baru Memperkuat Ekonomi Desa

Berita

Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Pemerintah Pastikan MBG Tepat Sasaran

badge-check


					Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Pemerintah Pastikan MBG Tepat Sasaran Perbesar

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan pelaksanaannya semakin tepat sasaran, aman, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Evaluasi menyeluruh menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan program strategis tersebut berjalan sesuai tujuan dan memberikan pemenuhan gizi yang optimal bagi anak-anak Indonesia.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan penguatan tata kelola MBG dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pengecekan ulang data penerima manfaat, peninjauan peraturan, hingga evaluasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Penguatan tata kelola merupakan bagian dari proses penyempurnaan program agar MBG semakin tepat sasaran, aman, dan tertata. Prioritasnya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem, serta penerima manfaat di wilayah 3T,” ujar Hariqo.

Menurut dia, evaluasi dalam waktu sekitar satu bulan dinilai realistis karena telah terbentuk kesadaran bersama di berbagai tingkatan pelaksana. Namun, penguatan sistem harus disertai dengan pengawasan yang konsisten agar seluruh sumber daya program digunakan secara bertanggung jawab.

“Setiap pelanggaran, termasuk korupsi dan penyalahgunaan anggaran, harus ditindak tegas tanpa memandang jabatan maupun posisi. Tata kelola yang baik membutuhkan integritas, disiplin, dan pengawasan bersama,” katanya.

Hariqo menambahkan, besaran anggaran per porsi MBG perlu terus dikaji berdasarkan standar kecukupan gizi dan kondisi masing-masing daerah. Perbedaan indeks kemahalan, khususnya di wilayah luar Jawa, perlu menjadi pertimbangan dalam memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

Penguatan tata kelola juga mencakup penyusunan model pelaksanaan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Pelibatan dapur umum, dapur sekolah, maupun kantin sekolah dapat dipertimbangkan, terutama di wilayah 3T, dengan tetap memperhatikan standar gizi, tenaga kerja, serta dampaknya terhadap petani, peternak, pekebun, dan nelayan.

“Masukan masyarakat sangat penting untuk menyempurnakan MBG. Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujar Hariqo.

Ia menegaskan, evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan akan memperkuat MBG sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MBR Dapat Kabar Baik, Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah

20 July 2026 - 05:42

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Rumah MBR untuk Perkuat Kepastian Hukum Hunian

20 July 2026 - 05:42

Pemerintah Siapkan KDKMP sebagai Mitra Penyaluran KUR dan Barang Bersubsidi

20 July 2026 - 05:42

Penyaluran KUR Akan Diperluas Lewat Koperasi Merah Putih

20 July 2026 - 05:42

Outlook Stabil, Pemerintah Pastikan Disiplin Fiskal Tetap Terjaga

20 July 2026 - 05:42

Trending on Berita