Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

badge-check


					Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat Perbesar

Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang ditargetkan mencapai lebih dari 80 ribu unit di seluruh Indonesia.

Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Ferry menyampaikan bahwa saat ini program Kopdes/Kel Merah Putih telah memasuki fase operasionalisasi setelah sebelumnya melalui tahap pembentukan kelembagaan.

Ia menyebutkan bahwa ribuan unit koperasi telah rampung dibangun dan siap menjalankan fungsinya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa.

“Saat ini pembangunan yang sudah selesai 100% sudah 5.500 titik. Ini tidak lepas juga dari dukungan dari teman-teman dari daerah, provinsi, kabupaten, kota yang ada,” papar Ferry.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pengembangan UMKM agar mampu mengisi rantai pasok koperasi tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan koperasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan takut produknya tidak laku, karena kami akan prioritaskan produk-produk UMKM lokal yang akan mengisi rak-rak di Kopdes/Kel Merah Putih. Tapi ini perlu didorong bersama-sama, karena memang harapannya adalah produk-produk itu bisa diisi oleh kita sendiri,” pungkas Ferry.

Di sisi lain, praktisi Koperasi Indonesia, R. Nugroho M., turut memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai bahwa penguatan koperasi merupakan langkah tepat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.

“Program ini patut diapresiasi karena menempatkan koperasi sebagai wadah rakyat untuk menjadi pemilik sekaligus pelaku ekonomi di lingkungannya sendiri.” Ujar nugroho.

Ia menambahkan bahwa keberadaan koperasi yang didukung berbagai fasilitas akan memberikan dampak luas bagi masyarakat desa, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat usaha lokal.

“Melalui berbagai fasilitas, koperasi akan lebih mudah mengembangkan unit usaha, memperluas pelayanan kepada anggota, serta membuka lapangan kerja baru di desa”. Ujarnya

Menurutnya, kekuatan utama koperasi terletak pada rasa kepemilikan dan kepercayaan dari anggotanya. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“koperasi yang kuat bukan lahir dari ketergantungan, tetapi dari kepercayaan dan kepemilikan. Di situlah ekonomi kerakyatan menemukan bentuknya yang sesungguhnya” tutupnya

Dengan target lebih dari 80 ribu koperasi, Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi desa dengan memperkuat distribusi, produksi, dan konsumsi secara terintegrasi.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Pemerintah Perkuat Pengawasan Anggaran Tingkatkan Integritas Program MBG

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita