Menu

Dark Mode
Peran Strategis Asuransi Pertanian dalam Menjaga Ketahanan Finansial Pahlawan Pangan Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat

Berita

Pemerintah Prioritaskan MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi

badge-check


					Pemerintah Prioritaskan MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pemerataan akses gizi bagi peserta didik sekaligus mempercepat penurunan stunting di berbagai daerah.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa perluasan program dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan tingkat kerawanan gizi di setiap wilayah. “Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, wilayah Maluku dan Papua menjadi salah satu fokus utama perluasan layanan MBG. Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum terlayani program. Karena itu, pemerintah akan memberikan perhatian khusus agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh para siswa di daerah tersebut.

“Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Untuk mendukung percepatan pelaksanaan program, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah-daerah prioritas secara bertahap dan terukur. Kehadiran SPPG diharapkan dapat memperkuat distribusi makanan bergizi sekaligus memastikan pelayanan berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur,” kata Sudaryono.

BGN menegaskan bahwa perluasan layanan MBG akan tetap mengedepankan prinsip keamanan, efisiensi, dan ketepatan sasaran. “Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” tegasnya.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang merata, khususnya bagi anak-anak di wilayah yang masih menghadapi tantangan pembangunan dan kesehatan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat

17 September 2026 - 03:59

Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan

17 September 2026 - 03:59

Dari Pupuk hingga Harga Panen, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Petani

17 September 2026 - 03:59

Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah Tingkatkan Produktivitas Pertanian Pangan Papua

17 September 2026 - 03:59

Kesejahteraan Petani Jadi Fondasi Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional

17 September 2026 - 03:59

Trending on Berita