Menu ✖

Dark Mode
RUU Ketenagakerjaan Disusun Sesuai Aspirasi, Buruh Tak Perlu Tempuh Aksi Massa RUU Ketenagakerjaan Dan BSU Perkuat Perlindungan Buruh, Waspada Provokasi Demo DPR Akomodasi Aspirasi Buruh, Dialog Jadi Jalan Mengawal RUU Ketenagakerjaan Hindari Provokasi Demo, RUU Ketenagakerjaan Akomodasi Aspirasi Buruh Hilirisasi Nikel Jadi Modal Besar Perdagangan Indonesia Hadapi Pasar Global Hilirisasi Nikel Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global

Berita

Pemerintah Perkuat Stabilitas Pangan dan Energi di Tengah Dinamika Global

badge-check


					Pemerintah Perkuat Stabilitas Pangan dan Energi di Tengah Dinamika Global Perbesar

Jakarta – Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menegaskan bahwa sektor sawit nasional tetap menunjukkan kinerja positif di tengah ketegangan geopolitik global yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan energi dunia.

Konflik yang melibatkan sejumlah negara besar telah mendorong kenaikan biaya logistik dan ketidakpastian pasar global, namun Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat melalui sektor komoditas strategis.

Eddy menyampaikan bahwa produksi kelapa sawit Indonesia pada 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Produksi sawit kita. Jadi kita bersyukur tahun 2025 ini ada kenaikan produksi dari CPO itu kira-kira 51 juta ton atau secara total ini secara total produksi kita dengan PKO itu, 56 juta.” kata Eddy.

Peningkatan produksi tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang relatif baik serta harga sawit yang stabil, sehingga mendorong petani untuk lebih optimal dalam merawat kebun.

Data menunjukkan produksi crude palm oil (CPO) mencapai sekitar 51,6 juta ton atau naik sekitar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan perang ini yang kondisi global seperti ini kita bersyukur sawit masih jalan. Sawit ekspornya masih jalan.” ungkapnya

Program biodiesel menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor. Saat ini, implementasi telah mencapai bauran B40, dengan rencana pengembangan menuju B50 dalam jangka panjang.

“Menteri Pertanian minta supaya kita memang setuju untuk peningkatan produktivitas untuk meningkatkan produksi kita karena program pemerintah ini akan swasembada energi utamanya untuk biodiesel. Jalan satu-satunya adalah kita harus meningkatkan produksi.” Ungkap Eddy.

Selain sawit, pemerintah juga mendorong optimalisasi komoditas lain seperti singkong sebagai bahan baku bioetanol. Langkah ini merupakan bagian dari diversifikasi energi berbasis sumber daya lokal.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa krisis global justru menjadi momentum untuk mempercepat transformasi menuju kemandirian pangan dan energi nasional.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ, tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan pentingnya transisi menuju energi terbarukan yang berbasis sumber daya domestik.

“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi pada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat, jadi memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” kata Presiden.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RUU Ketenagakerjaan Disusun Sesuai Aspirasi, Buruh Tak Perlu Tempuh Aksi Massa

6 October 2026 - 01:03

RUU Ketenagakerjaan Dan BSU Perkuat Perlindungan Buruh, Waspada Provokasi Demo

6 October 2026 - 01:03

Hilirisasi Nikel Jadi Modal Besar Perdagangan Indonesia Hadapi Pasar Global

6 October 2026 - 01:03

Hilirisasi Nikel Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global

6 October 2026 - 01:03

Reshuffle Kabinet Momentum Perkuat Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo

6 October 2026 - 01:02

Trending on Berita