Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Pemerintah Perkuat Distribusi Barang Bersubsidi lewat Koperasi Merah Putih

badge-check


					Pemerintah Perkuat Distribusi Barang Bersubsidi lewat Koperasi Merah Putih Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola distribusi barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem distribusi yang lebih adil dan transparan bagi masyarakat.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi pusat layanan ekonomi desa. Penyaluran pupuk bersubsidi, LPG, sembako murah, hingga bantuan pemerintah dilakukan melalui sistem yang lebih terintegrasi sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

“Dengan koperasi sebagai ujung tombak distribusi, pengawasan akan semakin mudah, biaya distribusi dapat ditekan, dan harga yang diterima masyarakat menjadi lebih terjangkau,” katanya.

Menurut Zulkifli, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional karena mampu menghubungkan petani, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu ekosistem ekonomi desa.

“Kita ingin desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Koperasi tidak hanya menyalurkan barang bersubsidi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah terus mempercepat penguatan kelembagaan dan kapasitas pengelola Kopdes Merah Putih agar mampu menjalankan berbagai fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Kami memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih berjalan sesuai karakteristik masing-masing daerah. Tujuannya agar koperasi benar-benar mampu menjadi instrumen pelayanan ekonomi masyarakat, termasuk dalam mendukung distribusi barang bersubsidi secara efisien dan akuntabel,” ujar Ferry Juliantono.

Ia menegaskan bahwa koperasi akan menjadi wajah baru pelayanan ekonomi pemerintah di tingkat desa.

“Koperasi Merah Putih dibangun bukan hanya sebagai tempat usaha, tetapi sebagai pusat pelayanan masyarakat yang menghubungkan berbagai program pemerintah agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya.

Ferry juga optimistis penguatan koperasi akan memberikan dampak berkelanjutan terhadap perekonomian desa.

“Ketika distribusi barang kebutuhan masyarakat berjalan lebih efektif melalui koperasi, maka ekonomi desa akan semakin tumbuh, usaha mikro berkembang, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Kopdes Merah Putih akan menjadi fondasi baru distribusi barang bersubsidi yang lebih modern, transparan, dan tepat sasaran.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita