Menu

Dark Mode
Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi Satgas Terpadu Gempa NTT Tegaskan Negara Hadir Lindungi Seluruh Pengungsi Negara Hadir, Harapan Penyintas Gempa NTT Terus Menyala Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Berita

Pemerintah Percepat Migrasi LPG ke CNG, Ketahanan Energi Nasional Makin Diperkuat

badge-check


					Pemerintah Percepat Migrasi LPG ke CNG, Ketahanan Energi Nasional Makin Diperkuat Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan migrasi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). Kebijakan ini menjadi langkah strategis di tengah dinamika geopolitik global yang masih tidak stabil serta fluktuasi harga energi dunia yang berpengaruh terhadap pasokan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan transisi LPG ke CNG merupakan arahan langsung Presiden sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

“Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai, Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif, khususnya yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyangkut transisi energi, tetapi juga bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan sistem energi nasional secara menyeluruh.

“Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Yang kedua, penataan tambang. Dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita,” ujarnya.

Bahlil juga memastikan bahwa pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi selama proses transisi berlangsung.

“Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) mulai menyiapkan implementasi teknis penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk pengembangan tabung setara 3 kilogram yang dirancang sebagai alternatif LPG.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menyampaikan bahwa rencana pemanfaatan CNG untuk kebutuhan memasak rumah tangga masih dalam tahap persiapan teknis dan pengkajian aspek keamanan secara menyeluruh.

Kami sedang menyiapkan pemanfaatan CNG untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Jika implementasi ini berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang menggunakan CNG kemasan setara 3 kilogram untuk kebutuhan memasak masyarakat, ujar Laode.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi nasional sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat. Laode juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam implementasi program tersebut.

Kami memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh spesifikasi tabung, distribusi, hingga mekanisme penggunaannya akan mengikuti standar keamanan yang ketat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan energi ini dengan aman dan nyaman, pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu

20 August 2026 - 09:21

Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi

20 August 2026 - 09:21

Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

20 August 2026 - 09:21

Trending on Berita