Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Pemerintah Matangkan Skema Insentif untuk Percepat Adopsi Motor Listrik

badge-check


					Pemerintah Matangkan Skema Insentif untuk Percepat Adopsi Motor Listrik Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mematangkan skema insentif pembelian sepeda motor listrik produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi. Pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun dengan bantuan Rp3 juta untuk setiap unit yang memenuhi ketentuan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pagu tersebut secara teknis mampu mendukung pemberian insentif hingga 1 juta unit motor listrik. Namun, apabila penyalurannya mencapai sekitar 100.000 unit hingga akhir tahun, anggaran yang terserap diperkirakan sebesar Rp300 miliar atau 10 persen dari total pagu.

“Saya pikir paling 100.000 (unit motor listrik) sampai akhir tahun,” ujar Purbaya.

Insentif tersebut diharapkan meringankan harga pembelian, mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak, serta memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Data Kementerian Perindustrian mencatat populasi kendaraan listrik roda dua dan tiga di Indonesia telah mencapai 242.909 unit hingga April 2026.

Penguatan industri juga didukung pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). Salah satu produsen, PT Electra Mobilitas Indonesia atau Alva, menyatakan kesiapan memproduksi 20.000 unit sepanjang tahun ini.

Untuk memperluas pasar, BPI Danantara Indonesia merangkul penyedia layanan transportasi daring, seperti Gojek dan Grab, serta perusahaan logistik. Pengemudi ojek online dinilai menjadi pasar potensial karena penggunaan motor listrik dapat menekan biaya operasional harian hingga Rp20.000.

“That’s a lot of money buat teman-teman itu,” kata Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin.

Danantara juga menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mengkaji pembiayaan yang lebih terjangkau dan adaptif, terutama bagi pengemudi ojek online yang terkendala akses kredit.

“Credit risk-nya bisa kita turunkan, sehingga harapannya cost of money bisa rendah, sehingga kita akan men-stimulate demand dari sisi teman-teman konsumen,” ujar Ardy.

Selain insentif dan pembiayaan, pemerintah menyiapkan skema tukar tambah kendaraan bensin menjadi motor listrik. Nilai kendaraan lama nantinya diperhitungkan sebagai pengurang harga pembelian unit baru.

“Tapi tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin kita pikirkan gimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan,” sebut Presiden Prabowo Subianto.

Motor bensin yang diserahkan direncanakan tidak dijual kembali, tetapi dihancurkan atau melalui proses scrapping. Langkah itu diharapkan mengurangi peredaran kendaraan konvensional sekaligus menekan beban subsidi BBM.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita