Menu

Dark Mode
Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi Satgas Terpadu Gempa NTT Tegaskan Negara Hadir Lindungi Seluruh Pengungsi Negara Hadir, Harapan Penyintas Gempa NTT Terus Menyala Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Berita

Pemerintah dan BI Sepakat Perkuat Langkah Stabilisasi Rupiah di Tengah Dinamika Global

badge-check


					Pemerintah dan BI Sepakat Perkuat Langkah Stabilisasi Rupiah di Tengah Dinamika Global Perbesar

Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat memperkuat langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global. Kesepakatan tersebut merupakan hasil evaluasi bersama antara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain menjaga stabilitas rupiah, pertemuan tersebut juga memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi kedua instrumen kebijakan dinilai penting untuk menghadapi tekanan eksternal sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

“Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan, bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat, dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ungkap Perry Warjiyo.

Dalam pertemuan tersebut disepakati dua langkah utama. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna menarik kembali arus modal asing dan memperkuat stabilitas rupiah.

“Dengan kenaikan bunga luar negeri, memang itu ada outflow, ada saham dan SBN dan juga kecil di SRBI. Oleh karena itu fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” terangnya.

Langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap berada di BI.

“Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa stabilitas rupiah akan berdampak langsung pada masyarakat dan pelaku usaha.

“Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu, tempe, dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi, beban hidupnya secara, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,” pungkasnya.

Ia optimistis sinergi fiskal dan moneter yang semakin kuat akan meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat nilai tukar rupiah ke depan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT melalui Penguatan Satgas Terpadu

20 August 2026 - 09:21

Satgas Gempa NTT Kawal Penanganan Korban hingga Tahap Rehabilitasi

20 August 2026 - 09:21

Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

20 August 2026 - 09:21

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

20 August 2026 - 09:21

Trending on Berita